Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Wisata

Arca Trimurti dan Arca Dewi Durga jadi Penunggu Museum Penataran

Kehadiran Arca Trimurti dan Arca Dewi Durga menjadi salah satu ikon yang dimiliki oleh Museum Penataran.

Arca Trimurti dan Arca Dewi Durga jadi Penunggu Museum Penataran
Arca Dewi Durga Mahisasuramardini di Museum Penataran

Poin Penting

  • Museum penataran miliki koleksi arca yang lengkap.
  • Arca Trimurti tergolong langka dan unik.
  • Arca Dewi Durga sang penakluk juga warnai koleksi museum.

Kabar Blitar – Museum Penataran di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, menyimpan sejumlah koleksi arca ikonik yang memperkuat identitasnya sebagai salah satu museum sejarah penting di wilayah Jawa Timur. 

Di antara koleksi yang paling menonjol adalah Arca Trimurti dan Arca Dewi Durga Mahisasuramardini, yang hingga kini masih terawat dengan baik dan menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun Instagram resmi blitar_landofkings, keberadaan Arca Trimurti di Museum Penataran tergolong langka dan unik dibandingkan koleksi serupa di museum daerah lain. 

Arca Trimurti tersebut merepresentasikan tiga dewa tertinggi dalam kepercayaan Hindu, yakni Dewa Siwa, Dewa Wisnu, dan Dewa Brahma. 

Keistimewaannya terletak pada kelengkapan unsur Trimurti yang masih utuh, dengan pahatan dan detail visual yang jelas serta tersaji secara menyeluruh.

Umumnya, koleksi Trimurti di museum lain hanya menampilkan satu atau dua sosok dewa, sehingga tidak menggambarkan kesatuan Trimurti secara lengkap. 

Berbeda dengan itu, Museum Penataran memiliki tiga arca Trimurti yang masih tersaji utuh dan ditempatkan secara berjajar di sisi utara museum dengan posisi menghadap ke arah timur. 

Penataan tersebut memudahkan pengunjung untuk mengamati ketiga arca secara menyeluruh sekaligus memahami konsep Trimurti sebagai satu kesatuan.

Dalam ajaran Hindu, Trimurti dipahami sebagai manifestasi kekuatan Brahman yang tidak terpisahkan. 

Dewa Brahma berperan sebagai pencipta, Dewa Wisnu sebagai pemelihara, dan Dewa Siwa sebagai pelebur alam semesta. Ketiganya memiliki tugas berbeda, namun saling melengkapi dalam menjaga keseimbangan kosmis.

Tidak jauh dari koleksi Trimurti, Museum Penataran juga menyimpan Arca Dewi Durga Mahisasuramardini yang tak kalah ikonik. 

Arca ini berukuran sekitar 161,2 x 62 sentimeter dan menampilkan pahatan yang masih jelas serta detail ukiran yang halus. 

Arca Dewi Durga tersebut ditempatkan di sisi utara museum dengan posisi menghadap ke arah selatan dan dikenal sebagai ikon utama Museum Penataran.

Secara mitologis, Dewi Durga digambarkan sebagai dewi sakti yang memiliki tugas membinasakan asura. 

Penamaan Durga Mahisasuramardini bermakna Durga sang penakluk raksasa kerbau. Nama Durga sendiri memiliki arti benteng pertahanan, sehingga Dewi Durga dipuja sebagai pelindung dari ancaman dan musuh. 

Arca ini diyakini pada masa lalu berfungsi sebagai media pemujaan bagi penganut Hindu, sekaligus mencerminkan nilai spiritual dan religius masyarakat pada zamannya.

Keberadaan Arca Trimurti dan Dewi Durga Mahisasuramardini semakin menegaskan peran Museum Penataran sebagai ruang edukasi sejarah dan kebudayaan yang penting bagi masyarakat, khususnya dalam memahami jejak peradaban dan kepercayaan Hindu di wilayah Blitar.

#Arca Dewi DurgaMahisasuramardini #Arca Trimurti #Museum Penataran

Komentar 0

Baca Juga