Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Wisata

Masjid Ar Rahman Blitar Jadi Wisata Religi Khas Masjid Nabawi

Dengan bangunan bak Masjid Nabawi, di Blitar terdapat wisata religi Masjid Ar Rahman yang bisa dikunjungi saat Ramadhan.

Masjid Ar Rahman Blitar Jadi Wisata Religi Khas Masjid Nabawi
Masjid Ar Rahman Blitar.

Poin Penting

  • Masjid Ar Rahman Blitar jadi daya tarik wisata religi.
  • Arsitektur suguhan gaya khas Masjid Nabawi.
  • Punya kain kiswah yang digunakan pada tahun 1430 Hijriah. 

Kabar Blitar – Sebuah karya seni keagamaan berdiri menawan di tengah denyut kehidupan Kota Blitar. 

Masjid Ar Rahman tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol keikhlasan, kemegahan arsitektur, serta ruang spiritual yang meneduhkan bagi masyarakat di pusat kota.

Masjid ini dibangun oleh Abah Hariyanto, pemilik PT Mayangkara Group, dengan menggunakan dana pribadi. Meski demikian, bangunan tersebut tidak menjadi aset perusahaan. 

Masjid Ar Rahman diwakafkan sepenuhnya untuk kepentingan umat, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas tanpa sekat kepemilikan.

Berlokasi di Jalan Taung, tepat di sebelah utara Stadion Supriyadi, masjid ini diresmikan pada 2019 oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Seiring waktu, Masjid Ar Rahman berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan Islam, sekaligus destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi.

Begitu memasuki area masjid, suasana yang dihadirkan seolah membawa jemaah ke Tanah Suci. Arsitektur masjid ini terinspirasi langsung dari Masjid Nabawi. 

Salah satu ciri paling mencolok adalah keberadaan sepuluh tiang payung megah yang menyerupai payung di pelataran Masjid Nabawi, dilengkapi ornamen tembaga berwarna keemasan dan lampu gantung yang memancarkan cahaya indah pada malam hari.

Daya tarik utama lainnya adalah potongan Kiswah asli, kain penutup Ka’bah, yang digunakan pada tahun 1430 Hijriah atau 2009 Masehi. 

Potongan Kiswah tersebut diperoleh langsung dari Museum Kabah dan kini menjadi bagian sakral dari interior Masjid Ar Rahman.

Interior masjid juga dihiasi ukiran kaligrafi yang disesuaikan dengan desain Masjid Nabawi. Warna emas dari material tembaga mendominasi dinding dan pilar, hasil karya perajin dari Boyolali yang dikerjakan dengan detail dan ketelitian tinggi.

Karpet sajadah asal Turki yang biasanya digunakan jemaah saat ini masih ditutup sementara. Meski protokol kesehatan tetap diterapkan, aktivitas ibadah tidak surut. 

Jemaah tetap berdatangan dengan membawa sajadah masing-masing dan melaksanakan ibadah dengan khusyuk.

Laela, mahasiswa asal Blitar berusia 22 tahun, mengaku terkesan saat berkunjung bersama keluarganya. 

Ia mengatakan, sejak pertama melangkah ke halaman masjid, suasana nyaman langsung terasa. Arsitektur yang bersih dan megah, ditambah area yang luas dan tertata, membuat pengunjung, termasuk anak-anak, betah berada di lingkungan masjid.

Masjid Ar Rahman di Blitar bukan sekadar bangunan fisik. Ia menjadi narasi tentang keikhlasan, perpaduan budaya dan iman, serta warisan spiritual yang diharapkan terus hidup. 

Di kota yang dikenal sebagai Kota Proklamator, lantunan azan dari menara masjid ini bukan hanya panggilan salat, tetapi juga ajakan untuk merenungi keindahan dan ketenangan batin yang sesungguhnya.

#Masjid Ar Rahman Blitar #Wisata Religi Blitar

Komentar 0

Baca Juga