Papan Tarif Parkir di Kota Blitar Dirusak OTK
Dishub Kota Blitar bersiap menelusuri pelaku pengerusakan papan tarif parkir yang ada di wilayahnya.
Poin Penting
- Papan tarif parkir dirusak oleh OTK.
- Dishub bakal cari pelaku pengerusakan.
- Kejadian bersamaan dengan penyesuaian tarif parkir.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Blitar sedang menelusuri peristiwa pelepasan dan dugaan perusakan papan informasi tarif parkir yang terjadi di sejumlah lokasi.
Kejadian tersebut diketahui berlangsung bersamaan dengan proses pengusulan perubahan tarif parkir yang hingga kini masih dalam tahap pembahasan dan belum ditetapkan secara final.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Blitar, Edi Winarno, mengungkapkan bahwa pihaknya baru mengetahui adanya pelepasan papan tarif parkir tersebut pada hari ini.
Menurutnya, kejadian itu beriringan dengan rencana perubahan tarif parkir yang saat ini masih sebatas usulan dan belum memiliki kekuatan kebijakan tetap.
“Saya tahunya hari ini. Karena memang ada rencana perubahan tarif parkir, akhirnya sekalian dilepas. Perubahan tarif itu sendiri masih dalam proses pengusulan, akhir tahun kemarin sudah dibahas tapi belum final,” ujar Edi.
Edi menjelaskan, dalam usulan yang tengah dibahas, Dishub hanya mengajukan penyesuaian terhadap tarif parkir insidentil.
Sementara itu, tarif parkir reguler dipastikan tidak mengalami perubahan dan tetap berlaku seperti sebelumnya.
"Kalau tarif reguler tetap, yang Rp2.000 dan Rp3.000 itu tidak berubah. Yang diusulkan berubah hanya tarif insidentil,” jelasnya.
Terkait dugaan perusakan papan informasi, Dishub Kota Blitar belum menempuh langkah hukum. Saat ini, instansinya lebih memilih melakukan penelusuran internal dan pendekatan pembinaan untuk mengetahui secara pasti latar belakang peristiwa tersebut.
“Sementara ini kami telusuri dulu, kami lakukan pembinaan. Kami ingin tahu duduk persoalannya seperti apa,” kata Edi.
Ia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dan berkomunikasi dengan petugas parkir di lapangan guna memastikan apakah tindakan tersebut dipicu oleh kesalahpahaman, berkaitan langsung dengan rencana perubahan kebijakan, atau merupakan bentuk keberatan tertentu.
“Kami belum tahu motifnya apa. Nanti akan kami ajak teman-teman di lapangan untuk diskusi supaya semuanya nyaman dan jelas,” pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.