TKA SD Kota Blitar 2026 Berjalan Lancar, Soal Numerasi Dinilai Lebih Kompleks
Dinas Pendidikan Kota Blitar memastikan pelaksanaan TKA SD berjalan lancar, meski siswa menilai soal numerasi cukup kompleks.
Poin Penting
- TKA SD di Kota Blitar berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
- Siswa menilai soal, terutama numerasi, cukup kompleks.
- Hasil evaluasi akan dibahas di tingkat kota hingga pusat.
Kabar Blitar – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD di Kota Blitar berlangsung lancar.
Meski demikian, muncul sejumlah catatan dari peserta yang menilai tingkat kesulitan soal cukup tinggi, terutama pada bagian numerasi.
Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda Dinas Pendidikan Kota Blitar, Vitra Suwardani, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan TKA tidak mengalami kendala berarti.
“Secara umum lancar, tapi memang ada informasi dari peserta kalau soalnya cukup kompleks,” ujarnya, Senin (20/4).
Dari hasil monitoring di lapangan, ditemukan sejumlah siswa mengalami kesulitan dalam memahami soal. Hal ini terutama terjadi pada soal numerasi yang dinilai memiliki tingkat kompleksitas lebih tinggi dibandingkan biasanya.
“Dalam satu soal bisa memuat beberapa pertanyaan sekaligus. Jadi memang lebih kompleks dibanding biasanya,” jelasnya.
Ia menambahkan, model soal seperti ini sebenarnya bukan hal baru karena kerap digunakan dalam bimbingan belajar maupun ajang olimpiade.
Namun, tidak semua siswa terbiasa dengan pola tersebut. “Biasanya model seperti ini ditemui di bimbingan belajar atau soal olimpiade. Jadi ada siswa yang belum terbiasa,” imbuhnya.
TKA tahun ini diikuti sekitar 1.993 siswa SD se-Kota Blitar dan dilaksanakan secara bertahap hingga akhir April. Di tingkat sekolah, berbagai persiapan telah dilakukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan.
Kepala SDN Sukorejo 3 Kota Blitar, Agung Mukhlis Setiawan, menyebut tryout dan simulasi menjadi faktor penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi TKA. “Anak-anak sudah terbiasa lewat simulasi, jadi pas hari H tidak kaget,” katanya.
Meski begitu, keterbatasan fasilitas masih menjadi tantangan di beberapa sekolah. Untuk mengatasi hal tersebut, sejumlah sekolah menjalin kerja sama dengan sekolah lain yang memiliki perangkat lebih memadai.
“Sekolah yang kekurangan perangkat dibantu SMP. Tapi ada juga yang sudah mandiri karena dapat bantuan,” jelasnya.
Di SDN Sukorejo 3, pelaksanaan TKA diikuti 20 siswa yang dibagi dalam dua sesi. Pada hari pertama, sempat terjadi gangguan jaringan, namun dapat segera diatasi tanpa mengganggu jalannya ujian.
“Ada gangguan jaringan sebentar, tapi langsung teratasi. Anak-anak juga tidak panik,” ujarnya.
Selama pelaksanaan TKA, kegiatan belajar mengajar untuk siswa kelas 1 hingga 5 tetap berlangsung secara daring.
Sementara itu, temuan terkait tingkat kesulitan soal akan menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara.
“Hasil monitoring ini akan kami bahas di tingkat kota. Tidak menutup kemungkinan juga disampaikan ke tingkat lebih tinggi sebagai bahan evaluasi,” pungkas Vitra.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.