Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Sosial

Warga Berburu Koreksi Desil, BPS Kota Blitar: Hasil Akhir Bukan Kuasa Kami

Kantor BPS Kota Blitar diserbu warga ingin perbarui data desil pascarilis DTSEN versi 3, lansia mendominasi karena kesulitan pembaruan mandiri lewat ponsel.

Desil 10 di Blitar
Kesalahan pencatatan Desil milik warga. (Ist)

Poin Penting

  • Kantor BPS Kota Blitar diserbu warga yang ingin perbarui data desil.

  • Layanan di MPP tembus 150 orang dalam dua pekan.

  • Lansia mendominasi laporan karena kesulitan pembaruan mandiri lewat ponsel.

Kabar Blitar – Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar dipadati warga yang ingin memperbarui data kesejahteraan atau desil dalam dua pekan terakhir, dengan mayoritas pemohon berasal dari kalangan lanjut usia (lansia) dan kelompok berkebutuhan khusus.

Kepala BPS Kota Blitar, Hanung Pramosito, mengatakan peningkatan jumlah warga yang datang mulai terjadi setelah Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) versi 3 dirilis pada akhir Juli 2026.

Untuk melayani warga, BPS Kota Blitar kini menyediakan layanan pembaruan data di dua lokasi, yakni kantor BPS dan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Blitar.

"Dalam dua pekan ini, yang di MPP itu sudah lebih dari 150 orang. Kalau di sini rata-rata sehari 5 sampai 10 orang, tapi belakangan bisa sampai 50 lebih," ujar Hanung.

Layanan di MPP, menurut Hanung, sebelumnya hanya tersedia setiap Jumat, tetapi tingginya jumlah warga yang mengajukan pembaruan data membuat layanan diperluas menjadi dua hari dalam sepekan, yakni Kamis dan Jumat.

Antrean warga bahkan sempat mencapai 58 orang dalam satu hari.

Sebagian besar warga, kata Hanung, datang untuk menyampaikan keberatan karena menilai desil yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mereka.

Mayoritas meminta agar posisi desil diturunkan, meski terdapat pula sejumlah warga yang justru mengajukan permohonan agar desilnya dinaikkan.

"Kalau dilihat rasionya, memang lebih banyak yang minta diturunkan. Tapi ada juga beberapa yang minta dinaikkan, walaupun jumlahnya tidak sebanyak itu," katanya.

Lansia menjadi salah satu kelompok yang banyak datang langsung ke kantor BPS karena mengalami kendala saat melakukan pembaruan data secara mandiri melalui ponsel.

Proses pembaruan tersebut mengharuskan masyarakat mengunggah foto rumah sekaligus menentukan titik koordinat lokasi tempat tinggal melalui peta digital.

"Kami menyadari tidak semua masyarakat familiar dengan link pembaruan data secara mandiri, apalagi yang berkaitan dengan penandaan lokasi di peta digital. Makanya banyak yang akhirnya memilih datang langsung ke kantor," jelasnya.

BPS Kota Blitar menyatakan memahami keluhan warga yang datang karena kondisi ekonomi, terutama mereka yang berharap status desilnya dapat disesuaikan.

Namun, Hanung menegaskan BPS hanya membantu proses pembaruan data dan tidak memiliki kewenangan menentukan hasil akhir status desil.

"Kami tidak menjanjikan bisa langsung membantu menurunkan desil. Tugas kami hanya membantu meng-update data. Bagaimana hasil akhirnya nanti tetap mengikuti formula sistem," pungkasnya.

#BPS Kota Blitar #Desil Blitar

Komentar 0

Baca Juga