Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Ekonomi

5 Bulan Pertama, Produksi Jagung Blitar Tembus 172 Ribu Ton

DKPP Kabupaten Blitar catat produksi jagung konsumsi 172.274 ton glondong dari 17.591 hektare lahan panen sepanjang Januari–Mei 2026.

5 Bulan Pertama, Produksi Jagung Blitar Tembus 172 Ribu Ton
Ilustrasi produksi jagung. (Ist)

Poin Penting

  • Produksi jagung konsumsi Kabupaten Blitar capai 172.274 ton glondong dari luas panen 17.591 hektare.
  • Produktivitas rata-rata tercatat 9,79 ton glondong per hektare, ditopang budidaya baik dan benih unggul.
  • Luas tanam jagung hingga akhir Mei 2026 capai 8.756 hektare untuk jaga musim panen berikutnya.

Kabar Blitar – Produksi jagung konsumsi di Kabupaten Blitar menunjukkan tren positif sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar mencatat produksi jagung mencapai 172.274 ton glondong dari luas panen 17.591 hektare, dengan produktivitas rata-rata 9,79 ton glondong per hektare.

Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Blitar Siswoyo Adi Prasetyo mengatakan capaian tersebut menjadi indikator bahwa sektor pertanian di Kabupaten Blitar masih mampu menjaga produktivitas, sekaligus menopang kebutuhan pangan dan bahan baku pakan ternak.

"Sepanjang Januari hingga Mei 2026, produktivitas jagung konsumsi mencapai 9,79 ton glondong per hektare. Dengan produktivitas tersebut, lahan panen seluas 17.591 hektare mampu menghasilkan total produksi sebanyak 172.274 ton glondong," ujar Siswoyo.

Menurutnya, tingginya produktivitas dipengaruhi penerapan budidaya yang baik oleh petani.

Selain itu, pendampingan dari penyuluh pertanian, penggunaan benih unggul, serta pemanfaatan sarana produksi secara tepat turut mendukung peningkatan hasil panen.

Di sisi lain, aktivitas tanam juga terus berjalan untuk menjaga kesinambungan produksi.

Hingga akhir Mei 2026, luas tanam jagung konsumsi di Kabupaten Blitar telah mencapai 8.756 hektare yang dipersiapkan sebagai sumber produksi pada musim panen berikutnya.

"Kami terus mendorong kegiatan tanam agar pasokan jagung tetap terjaga. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat maupun sektor peternakan dapat terpenuhi secara berkelanjutan," katanya.

DKPP Kabupaten Blitar juga terus melakukan pendampingan kepada petani melalui penyuluhan, pengawasan penggunaan pupuk, serta optimalisasi pemanfaatan lahan.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas jagung tetap stabil hingga akhir tahun.

"Produksi yang stabil tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga mendukung ketersediaan bahan baku pakan ternak yang menjadi salah satu penopang sektor peternakan di Kabupaten Blitar," tutup Siswoyo.

#DKPP Kabupaten Blitar #Produksi Jagung Blitar

Komentar 0

Baca Juga