Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Kesehatan

67 Persen Masih Pakai Obat Manusia, Wabup Blitar Dorong Apotek Khusus Hewan

Pemerintah Kabupaten Blitar membuka peluang pendirian apotek veteriner guna memperkuat layanan kesehatan hewan dan ketersediaan obat khusus hewan.

67 Persen Masih Pakai Obat Manusia, Wabup Blitar Dorong Apotek Khusus Hewan
Vaksinasi hewan ternak di Kabupaten Blitar.

Poin Penting

  • Pemkab Blitar dorong pendirian apotek veteriner.
  • Kebutuhan obat hewan masih bergantung pada produk manusia.
  • Apotek veteriner diharapkan tingkatkan kualitas layanan kesehatan hewan.

Kabar Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar membuka peluang pendirian apotek veteriner sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan hewan di daerah. 

Selama ini, belum tersedia toko obat khusus hewan, sehingga kebutuhan obat masih banyak bergantung pada produk umum.

Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah, menyampaikan bahwa wacana tersebut sejalan dengan adanya regulasi baru terkait peredaran obat di bidang kedokteran hewan. 

Ia mendorong para dokter hewan untuk memanfaatkan peluang tersebut. “Dengan adanya regulasi baru, para dokter hewan diharapkan bisa mendirikan apotek veteriner. Kami tentu mendukung agar ini bisa segera terwujud,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan apotek veteriner nantinya dapat direalisasikan melalui klinik-klinik hewan dan dikelola langsung oleh tenaga profesional, yakni dokter hewan. Hal ini dinilai penting untuk memastikan ketersediaan obat yang sesuai dengan kebutuhan hewan.

Beky menilai, langkah tersebut akan memberikan dampak positif, khususnya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan hewan di Kabupaten Blitar.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Jawa Timur VIII, drh Riris Dian Wiwahyu, menjelaskan bahwa apotek veteriner sebenarnya sudah mulai berkembang di beberapa daerah, seperti di Jawa Tengah. 

Namun, untuk wilayah seperti Blitar, fasilitas tersebut masih belum tersedia. “Apotek veteriner ini sebenarnya sudah ada di beberapa daerah, tapi untuk wilayah seperti Blitar masih belum ada. Padahal ini penting untuk mewadahi kebutuhan dokter hewan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini penggunaan obat di bidang kedokteran hewan masih didominasi oleh obat manusia. Kondisi tersebut dinilai kurang ideal karena peruntukannya berbeda.

“Sekitar 67 persen obat yang digunakan masih dari produk manusia. Ke depan, kita ingin lebih spesifik menggunakan obat untuk hewan agar tidak terjadi kesalahan penggunaan,” terangnya.

Meski belum ditemukan kasus signifikan terkait kesalahan penggunaan obat, keberadaan apotek veteriner diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus kesejahteraan hewan di wilayah Blitar.

“Harapannya dengan adanya apotek veteriner, pelayanan kesehatan hewan bisa lebih optimal dan kesejahteraan hewan juga lebih terpantau,” pungkasnya.

#Hewan Ternak #Wakil Bupati Blitar

Komentar 0

Baca Juga