7 Kelurahan Rawan Kekeringan, BPBD Kota Blitar Siapkan 21 Tandon Air
Tujuh kelurahan di Kota Blitar masuk zona rawan kekeringan menghadapi musim kemarau 2026. BPBD Kota Blitar menyiapkan 21 tandon air dan armada distribusi untuk mengantisipasi dampak El Nino.
Poin Penting
- BPBD Kota Blitar memetakan tujuh kelurahan sebagai wilayah rawan kekeringan berdasarkan evaluasi kejadian krisis air bersih pada 2025.
- Sebanyak 21 unit tandon air dan armada distribusi telah disiagakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga selama musim kemarau yang dipengaruhi El Nino.
- Masyarakat diimbau menghemat penggunaan air dan segera melapor kepada pemerintah jika mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar bantuan dapat segera disalurkan.
Kabar Blitar – Pemerintah Kota Blitar mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi musim kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Sedikitnya tujuh kelurahan dipetakan sebagai wilayah rawan mengalami kekeringan berdasarkan catatan kejadian pada tahun sebelumnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar, Agus Suherli, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan sekaligus menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak kekeringan.
Menurutnya, potensi kemarau panjang tahun ini perlu diwaspadai meski wilayah yang diperkirakan terdampak paling besar berada di kawasan Indonesia bagian timur.
"Secara umum potensi kekeringan tahun ini menurut BMKG terjadi di wilayah Indonesia bagian timur, mulai NTT, NTB, Bali hingga Jawa. Termasuk Kota Blitar yang juga berpotensi terdampak, sehingga kami mulai melakukan berbagai persiapan," ujar Agus.
Ia menjelaskan, pemetaan daerah rawan dilakukan berdasarkan laporan krisis air bersih yang terjadi sepanjang 2025. Dari hasil evaluasi tersebut, terdapat tujuh kelurahan yang berpotensi kembali mengalami kekeringan apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.
Kelurahan yang masuk dalam daftar wilayah rawan meliputi Ngadirejo, Tanggung, Jatimalang, Sentul, Gedog, serta dua kelurahan lainnya di Kecamatan Sukorejo.
Untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD Kota Blitar telah menyiapkan 21 unit tandon air yang siap didistribusikan apabila terjadi kekeringan.
Armada pengangkut air juga disiagakan agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secepat mungkin ketika ada laporan dari warga.
"Begitu ada laporan kekeringan dari warga atau kelurahan, kami langsung menyiapkan tandon air beserta armada untuk menyuplai kebutuhan air bersih. Kami berharap masyarakat Kota Blitar tidak sampai mengalami kekurangan air bersih selama musim kemarau," tegas Agus.
BPBD mengimbau masyarakat mulai menggunakan air secara bijak serta segera melaporkan kepada pemerintah apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Langkah tersebut dinilai penting agar distribusi bantuan dapat dilakukan lebih cepat dan dampak kekeringan terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.