Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Peristiwa

Ancaman Kebakaran Meningkat, Kabupaten Blitar Diguncang 7 Insiden dalam 10 Hari

Dalam kurun waktu sepuluh hari, Kabupaten Blitar mencatat tujuh kejadian kebakaran yang dipicu berbagai faktor, mulai dari korsleting listrik hingga kelalaian penggunaan sumber api. Petugas pemadam kebakaran mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan rutin memeriksa kondisi rumah untuk mencegah risiko kebakaran.

Ancaman Kebakaran Meningkat, Kabupaten Blitar Diguncang 7 Insiden dalam 10 Hari
Kejadian kebakaran di Kabupaten Blitar.

Poin Penting

  • Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Blitar mencatat tujuh peristiwa kebakaran terjadi di berbagai wilayah sepanjang 1 hingga 10 Juni 2026.
  • Penyebab kebakaran didominasi faktor yang dapat dicegah, seperti korsleting instalasi listrik, peralatan elektronik yang tidak dicabut dari sumber listrik, serta penggunaan obat nyamuk bakar yang tidak diawasi.
  • Masyarakat Kabupaten Blitar diimbau melakukan pemeriksaan rutin terhadap kompor, instalasi listrik, teko listrik, obat nyamuk bakar, dan sumber panas lainnya sebelum meninggalkan rumah maupun saat akan beristirahat.

Kabar Blitar – Rentetan peristiwa kebakaran mewarnai sejumlah wilayah di Kabupaten Blitar sepanjang awal Juni 2026.

Dalam periode 1 hingga 10 Juni 2026, petugas pemadam kebakaran mencatat sedikitnya tujuh kejadian kebakaran yang melibatkan rumah tinggal maupun bangunan usaha.

Berbagai faktor diduga menjadi pemicu insiden tersebut. Mulai dari korsleting instalasi listrik hingga kelalaian dalam penggunaan sumber api seperti obat nyamuk bakar.

Meski sebagian besar kejadian tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materi yang dialami para korban ditaksir cukup besar.

Kasi Pemadam, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Kabupaten Blitar, Tedy Prasojo, mengatakan tingginya frekuensi kebakaran dalam waktu yang relatif singkat menjadi perhatian serius.

Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dan meningkatkan pengawasan terhadap potensi sumber kebakaran di lingkungan rumah masing-masing.

“Sejak 1 Juni hingga hari ini sudah terjadi tujuh kali kebakaran. Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan selalu melakukan pengecekan kondisi rumah sebelum ditinggalkan maupun sebelum beristirahat,” kata Tedy.

Menurutnya, sebagian besar kasus kebakaran dipicu oleh faktor yang sebenarnya dapat dicegah sejak awal.

Beberapa di antaranya berasal dari instalasi listrik yang tidak layak, peralatan elektronik yang tetap terhubung ke sumber listrik dalam waktu lama, hingga sumber api yang tidak dipastikan benar-benar padam.

Sejumlah kejadian yang terjadi belakangan ini antara lain kebakaran rumah akibat dugaan korsleting listrik serta kebakaran sebuah toko di Kecamatan Garum yang diduga dipicu bara api dari obat nyamuk bakar yang menyambar tumpukan kardus bekas.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Tedy mengingatkan masyarakat agar membiasakan melakukan pemeriksaan sederhana sebelum meninggalkan rumah.

Langkah tersebut dinilai efektif untuk mengurangi risiko munculnya titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran besar.

“Pastikan peralatan listrik yang tidak digunakan sudah dimatikan atau dicabut dari stop kontak. Periksa juga kompor, teko listrik, obat nyamuk bakar, maupun sumber panas lainnya. Hal-hal yang terlihat sepele sering kali menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran,” pungkasnya.

#Damkar Kabupaten Blitar #Kebakaran Blitar

Komentar 0

Baca Juga