Angin Puting Beliung Mengamuk, 39 Rumah Warga Sukorejo Blitar Terdampak
Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Blitar pada 3 April 2026, menyebabkan 39 rumah rusak dan sejumlah pohon tumbang. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dan telah menyalurkan bantuan darurat.
Poin Penting
- Sebanyak 39 rumah di Kota Blitar terdampak hujan deras dan angin kencang.
- Kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Sukorejo, terutama Kelurahan Turi.
- BPBD menyalurkan terpal dan makanan siap saji untuk warga terdampak angin puting beliung.
Selain menumbangkan sejumlah pohon, angin puting beliung juga merusak puluhan atap rumah warga di beberapa titik.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Blitar, Agus Suherli, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun, kerugian material cukup signifikan. “Tidak ada korban jiwa, nihil. Hanya kerusakan material. Kami dari BPBD juga sudah turun tangan, memberikan bantuan terpal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, wilayah yang mengalami dampak paling parah berada di Kecamatan Sukorejo. Di kawasan tersebut, sedikitnya lima pohon tumbang, di antaranya pohon mangga yang menimpa rumah warga serta pohon jati yang roboh dan merusak gazebo.
“Hanya kerugian material. Pohon yang tumbang mulai mangga, jati hingga tabebuya,” katanya.
Selain pohon tumbang, kerusakan juga terjadi pada puluhan rumah warga, terutama di Kelurahan Turi. Sejumlah atap rumah dilaporkan rusak akibat terjangan angin.
Di Jalan Sukun, delapan rumah mengalami kerusakan pada bagian genteng. Sementara di Jalan Turi, empat rumah terdampak dengan kondisi serupa.
Kerusakan lebih luas terjadi di Jalan Jati dengan total 15 rumah dan satu atap musala yang rusak. Di Jalan Manggar, dua rumah warga juga dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah hingga amblas.
Secara keseluruhan, BPBD mencatat sebanyak 39 rumah terdampak, dengan rincian 22 rumah mengalami kerusakan sedang dan 17 rumah rusak ringan.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD telah menyalurkan bantuan berupa terpal untuk penutup atap sementara serta makanan siap saji bagi warga terdampak. “Selain terpal juga memberikan makanan siap saji,” pungkas Agus.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.