Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Kesehatan

Angka Kelahiran di Kabupaten Blitar Terus Menurun

Dalam kurun lima tahun terkahir, Dinkes Kabupaten Blitar mencatat adanya tren penurunan angka kelahiran di wilayahnya.

Angka Kelahiran di Kabupaten Blitar Terus Menurun
Ilustrasi angka kelahiran bayi di Kabupaten Blitar

Poin Penting

  • Tren lima tahun terakhir tunjukkan penurunan angka kelahiran di Kabupaten Blitar.
  • Angka kelahiran tahun 2025 berasa di angka 10.291 jiwa.
  • Turun 3.774 jiwa dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya.

Kabar Blitar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mencatat adanya kecenderungan penurunan angka kelahiran bayi yang cukup nyata dalam lima tahun terakhir. 

Berdasarkan rekapitulasi data tahunan, jumlah kelahiran di Kabupaten Blitar terus menunjukkan tren menurun secara konsisten sejak 2021 hingga akhir 2025.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kabupaten Blitar, Miftakhul Huda, menyampaikan bahwa pada 2021 jumlah kelahiran bayi masih berada di angka 14.065 jiwa. 

Namun setelah itu, grafik kelahiran terus bergerak turun dari tahun ke tahun. “Namun, angka tersebut terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun,” jelasnya.

Pada 2022, jumlah kelahiran tercatat menurun menjadi 13.028 jiwa. Tren penurunan tersebut kembali berlanjut pada 2023, dengan total kelahiran mencapai 12.611 jiwa. 

Penurunan yang sama masih terjadi pada dua tahun berikutnya, bahkan dengan selisih yang cukup signifikan.

“Tren penurunan ini terus berlanjut hingga dua tahun terakhir. Pada tahun 2024, tercatat ada 10.761 kelahiran, dan berdasarkan data terbaru tahun 2025, angka tersebut kembali turun menjadi 10.291 jiwa,” paparnya.

Jika dihitung secara kumulatif, penurunan jumlah kelahiran selama periode 2021 hingga 2025 mencapai lebih dari 3.700 jiwa.

Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi Dinkes Kabupaten Blitar, terutama dalam menyusun perencanaan layanan kesehatan masyarakat pada tahun-tahun mendatang.

Menurut Dinkes, perubahan tren demografi ini perlu dicermati secara menyeluruh. Penurunan angka kelahiran tidak hanya berdampak pada layanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga berpengaruh terhadap cakupan program imunisasi, perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan, hingga pengaturan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan.

Miftakhul Huda menilai, tren penurunan kelahiran ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. “Salah satunya dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap program Keluarga Berencana (KB), hingga perubahan pola pikir dan gaya hidup generasi muda,” terangnya.

Selain itu, kecenderungan usia pernikahan yang semakin bergeser ke usia lebih matang juga menjadi faktor yang cukup berpengaruh. 

Pertimbangan ekonomi, kesiapan mental dan finansial dalam membangun keluarga, serta perencanaan kehamilan yang lebih terukur turut mendorong menurunnya angka kelahiran di Kabupaten Blitar.

Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar memastikan akan terus memantau perkembangan dinamika kependudukan tersebut secara berkala. 

"Kami akan terus melakukan pantauan terkait perkembangan dari data jumlah kelahiran di Kabupaten Blitar,” tutupnya.

#Angka Kelahiran #Kabupaten Blitar

Komentar 0

Baca Juga