Api Merambat ke Tumpukan Kayu, Dapur Produksi Gula Merah di Nglegok Terbakar
Dapur produksi gula merah di Desa Sumberasri, Nglegok, Blitar, terbakar Jumat (21/8/2026), diduga dipicu arang sisa memasak; kerugian capai Rp3 juta.
Poin Penting
- Dapur produksi gula merah di Desa Sumberasri, Nglegok, Blitar, terbakar Jumat (21/8/2026), diduga dipicu arang sisa memasak yang merambat ke kayu kering.
- Tidak ada korban jiwa maupun luka; kerugian materiil ditaksir mencapai Rp3 juta.
- Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam setelah petugas Damkar tiba di lokasi.
KBRB – Kebakaran melanda dapur tempat produksi gula merah milik warga Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, pada Jumat (21/8/2026) siang.
Kebakaran diduga dipicu arang sisa proses memasak yang merambat ke tumpukan kayu kering.
Kepala Seksi Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 14.10 WIB di Dusun Sumberasri RT 01 RW 06.
"Dugaan awal api berasal dari arang sisa pembakaran saat proses pembuatan gula merah, kemudian merambat ke tumpukan kayu kering yang berada di sebelahnya," kata Tedi.
Dapur tersebut berada di belakang rumah milik Imro'atus Solehah, 63.
Sebelum kebakaran, pemilik bersama pekerjanya melakukan proses pemasakan bahan gula merah menggunakan potongan kayu sebagai bahan bakar.
Proses memasak dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan selesai sekitar pukul 11.45 WIB, sementara tumpukan kayu kering berada sekitar satu meter dari tempat memasak.
Sekitar pukul 14.00 WIB, Imro'atus yang baru selesai salat mendengar suara seperti benda terbakar dari arah belakang rumah.
Ia kemudian meminta anaknya, Mohamad Miftahul Huda, mengecek sumber suara tersebut.
Saat diperiksa, Huda mendapati dapur produksi gula merah dan tumpukan kayu di belakang rumah sudah terbakar.
Ia kemudian meminta bantuan warga dan menghubungi kepala desa untuk meneruskan laporan kepada petugas pemadam kebakaran.
Petugas Damkar Kabupaten Blitar yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman dan memutus rantai api agar tidak merembet ke bangunan rumah yang berada di dekat dapur.
"Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam setelah petugas tiba dan kondisi dinyatakan aman," ujarnya.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Namun, pemilik rumah mengalami kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp3 juta.
Berdasarkan pemeriksaan awal, Tedi mengatakan, kebakaran diduga berkaitan dengan arang yang masih berada di lokasi setelah proses pembuatan gula merah.
Arang tersebut kemudian diduga memicu api yang merambat ke tumpukan kayu kering.
Pemilik rumah menyatakan kebakaran tersebut merupakan musibah dan tidak ada unsur kesengajaan maupun pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.