Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Kesehatan

Bahaya Musim Bediding di Blitar, Kelompok Rentan Diminta Tingkatkan Perlindungan Diri

Musim bediding di Kabupaten Blitar meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, dan penderita penyakit kronis. Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga daya tahan tubuh, mengenakan pakaian hangat, serta menerapkan pola hidup sehat guna mencegah ISPA, flu, asma, dan penyakit lainnya yang rentan muncul saat suhu udara dingin.

Bahaya Musim Bediding di Blitar, Kelompok Rentan Diminta Tingkatkan Perlindungan Diri
Ilustrasi kelompok rentan terhadap Bediding.

Poin Penting

  • Musim bediding di Kabupaten Blitar berpotensi meningkatkan risiko penyakit pernapasan seperti ISPA, flu, dan asma akibat suhu udara yang lebih dingin dan kering.
  • Balita, lansia, serta penderita penyakit kronis seperti asma, diabetes, dan penyakit jantung menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
  • Dinkes Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat menjaga imunitas dengan mengonsumsi makanan bergizi, memakai pakaian hangat, mencukupi cairan tubuh, dan membatasi aktivitas malam hari.

Kabar Blitar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan yang dapat muncul selama musim bediding.

Fenomena cuaca yang ditandai suhu udara lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari, dinilai berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang rentan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati, mengatakan perbedaan suhu yang cukup signifikan antara siang dan malam hari membuat tubuh harus bekerja lebih keras untuk beradaptasi.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit.

“Kondisi ini dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit, khususnya pada kelompok usia tertentu dan penderita penyakit kronis,” katanya.

Menurut dr. Christine, kelompok pertama yang perlu mendapatkan perhatian khusus selama musim bediding adalah balita.

Anak-anak usia di bawah lima tahun memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang secara sempurna dan saluran pernapasan yang masih relatif sempit.

Akibatnya, udara yang dingin dan cenderung kering dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), flu, maupun penyakit lain yang menyerang sistem pernapasan.

“Kondisi udara yang dingin dan cenderung kering dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), flu, maupun gangguan kesehatan lainnya pada kelompok usia tersebut,” paparnya.

Selain balita, lanjut usia (lansia) juga menjadi kelompok yang rentan terdampak perubahan cuaca selama musim bediding.

Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan suhu lingkungan cenderung menurun sehingga lebih mudah mengalami gangguan kesehatan akibat paparan udara dingin.

“Udara dingin yang menusuk pada musim bediding ini dapat dengan sangat mudah memicu komplikasi pada lansia, mulai dari gangguan fungsi pernapasan, radang dan nyeri sendi yang hebat, hingga masalah pada sistem sirkulasi darah,” ujar dr. Christine.

Dinkes Kabupaten Blitar juga mengingatkan masyarakat yang memiliki penyakit kronis atau komorbiditas, seperti asma, diabetes, dan penyakit jantung, agar lebih berhati-hati.

Pasalnya, suhu udara yang dingin dapat memicu kambuhnya penyakit yang telah diderita sebelumnya.

Menurut dr. Christine, paparan udara dingin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga organ tubuh harus bekerja lebih keras.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang lebih serius, termasuk serangan asma yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.

Untuk meminimalkan risiko tersebut, masyarakat diminta memberikan perlindungan lebih kepada anggota keluarga yang masuk dalam kelompok rentan.

Langkah yang dapat dilakukan antara lain mengenakan pakaian hangat, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta mengurangi aktivitas di luar rumah pada malam hari saat suhu udara berada pada titik terendah.

Dinkes berharap masyarakat dapat menjaga kondisi kesehatan dengan baik selama musim bediding berlangsung agar terhindar dari berbagai penyakit yang rentan muncul akibat perubahan cuaca.

#Dinkes Kabupaten Blitar #Musim Bediding Blitar

Komentar 0

Baca Juga