Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Kesehatan

Bediding Melanda Blitar, Risiko ISPA dan Asma Meningkat

Musim bediding di Kabupaten Blitar meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti ISPA, flu, dan kambuhnya asma akibat suhu dingin yang dapat menurunkan daya tahan tubuh. Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat menjaga imunitas dengan pola makan bergizi, istirahat cukup, dan menghindari paparan udara dingin berlebihan.

Bediding Melanda Blitar, Risiko ISPA dan Asma Meningkat
Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati.

Poin Penting

  • Musim bediding di Kabupaten Blitar menyebabkan suhu udara lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari, sehingga dapat memicu ISPA, flu dan asma.
  • Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, udara dingin dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, memicu penyempitan pembuluh darah, serta mengeringkan lapisan pelindung saluran pernapasan.
  • Masyarakat diimbau menjaga kesehatan selama musim bediding dengan mengenakan pakaian hangat, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, mengonsumsi makanan bergizi dan beristirahat cukup.

Kabar Blitar – Musim bediding yang mulai berlangsung di Kabupaten Blitar membawa dampak terhadap kesehatan masyarakat.

Selain membuat suhu udara terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari, kondisi ini juga meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), flu, hingga kambuhnya asma.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati, menjelaskan bahwa perubahan suhu yang cukup tajam antara siang dan malam hari dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam beradaptasi.

Akibatnya, daya tahan tubuh berpotensi menurun sehingga seseorang lebih rentan terserang penyakit.

“Cuaca dingin ekstrem pada musim bediding ini secara medis menurunkan sistem kekebalan tubuh kita. Ketika imunitas menurun, hal tersebut otomatis membuat virus dan bakteri menjadi jauh lebih mudah berkembang biak dan menyerang organ tubuh,” ujar dr. Christine Indrawati.

Ia menerangkan, suhu dingin dapat menyebabkan sistem imun bekerja kurang optimal. Dalam kondisi tersebut, berbagai mikroorganisme penyebab penyakit memiliki peluang lebih besar untuk menginfeksi tubuh.

Selain itu, udara dingin juga memicu penyempitan pembuluh darah atau vasokonstriksi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi sirkulasi darah, termasuk distribusi sel-sel imun yang berperan dalam melawan infeksi.

Menurut dr. Christine, musim bediding juga ditandai dengan udara yang lebih kering dibandingkan biasanya. Kondisi ini dapat menyebabkan lapisan lendir pada hidung dan tenggorokan mengering, padahal lapisan tersebut berfungsi sebagai benteng pertahanan pertama tubuh terhadap debu, kuman, dan partikel asing yang masuk melalui saluran pernapasan.

“Jika lapisan pelindung tersebut terganggu, risiko infeksi saluran pernapasan menjadi lebih tinggi. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan selama musim bediding berlangsung,” jelasnya.

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat mengenakan pakaian hangat saat beraktivitas, menghindari paparan udara dingin terlalu lama, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh.

Selain itu, warga juga diminta menjaga pola makan bergizi, beristirahat cukup, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan yang tidak kunjung membaik.

“Masyarakat wajib menjaga pola makan bergizi, istirahat yang cukup, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit yang tidak kunjung membaik,” tutup dr. Christine.

#Dinkes Kabupaten Blitar #Musim Bediding Blitar

Komentar 0

Baca Juga