Berdiri Sejak 1885, Klenteng Poo An Kiong Kota Blitar Kembali Bangkit Pasca Kebakaran 2021
Meski sebagian besar bangunan sempat terbakar pada 2021, Klenteng Poo An Kiong bersiap diresmikan pada 2026.
Poin Penting
- Klenteng Poo An Kiong di Kota Blitar berdiri sejak 1885.
- Kebakaran sempat melanda Klenteng Poo An Kiong pada 2021.
- Kini Klenteng Poo An Kiong kembali bangkit dan diresmikan pada 2026.
Kabar Blitar – Klenteng Poo An Kiong merupakan salah satu tempat ibadah bersejarah bagi umat Konghucu yang berada di Kota Blitar.
Klenteng ini berlokasi di Jalan Merdeka Nomor 194, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Jawa Timur, tepat di sisi utara kawasan Pasar Legi.
Berdiri sejak tahun 1885, Klenteng Poo An Kiong dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda dan telah menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah serta kehidupan spiritual umat di Kota Blitar.
Usianya yang telah melampaui satu abad menjadikan klenteng ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai cagar budaya bernilai tinggi.
Namun, bangunan bersejarah tersebut sempat mengalami peristiwa kebakaran pada tahun 2021. Kobaran api melahap sedikitnya tujuh patung dewa yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun.
Salah satu patung yang terbakar adalah patung Dewa Tuan Rumah yang dikenal dengan sebutan Kong Tek Cun Ong.
Patung-patung tersebut diketahui berusia sekitar 136 tahun dan terbuat dari kayu, sehingga mudah terbakar saat api melanda.
Peristiwa kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi mengakibatkan sebagian bangunan klenteng hangus terbakar.
Akibat kejadian itu, seluruh aktivitas peribadatan umat sempat dihentikan sementara. Kebakaran tersebut kemudian menjadi titik awal perjuangan panjang untuk kembali membangun dan menghadirkan rumah ibadah yang layak bagi umat.
Kini, Klenteng Poo An Kiong tampil dengan wajah yang jauh berbeda dibandingkan sebelumnya. Jika dahulu hanya berupa bangunan satu lantai, kini klenteng telah dilengkapi basement, aula besar di lantai satu, serta area ibadah yang lebih luas di lantai dua.
Kapasitasnya dari Klenteng Poo An Kiong meningkat dan diperkirakan mampu menampung sekitar 300 hingga 400 umat.
Selain itu, klenteng juga dilengkapi fasilitas lift guna memudahkan aktivitas umat, terutama saat perayaan besar seperti Imlek.
Fasilitas ini menjadi solusi atas keterbatasan ruang yang sebelumnya mengharuskan penggunaan tenda di area luar.
Meski mengalami banyak pembaruan, ciri khas oriental tetap dipertahankan melalui pilar-pilar berukir naga di bagian depan bangunan.
Pembangunan kembali Klenteng Poo An Kiong dapat terlaksana berkat dukungan dan sumbangan umat, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Sejumlah perantau asal Blitar yang kini menetap di Amerika, Jerman, dan Australia turut memberikan bantuan setelah mengetahui kondisi klenteng pascakebakaran.
Diharapkan, Klenteng Poo An Kiong dapat diresmikan kembali pada peringatan ulang tahun ke-141 pada tahun 2026 mendatang.
Momentum tersebut juga diharapkan menjadi momen emosional bagi umat, sekaligus menandai perayaan Imlek 2026 yang kembali dapat dirayakan secara khidmat di klenteng bersejarah tersebut.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.