Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Blitarpedia

Blitar Punya Ratusan Jejak Sejarah, Tiga Kecamatan Ini Paling Menonjol

Dikenal sebagai land of king atau tanah para raja, Kecamatan Nglegok, Selopuro, dan Gandusari menjadi kecamatan dengan konsentrasi situs sejarah terbanyak di Kabupaten Blitar, didominasi peninggalan era Majapahit.

Blitar Punya Ratusan Jejak Sejarah, Tiga Kecamatan Ini Paling Menonjol
Salah satu situs candi di Kabupaten Blitar.

Poin Penting

  • Kecamatan Nglegok dikenal sebagai pusat warisan Majapahit di Blitar dengan ikon utama Candi Penataran.
  • Kecamatan Selopuro memiliki persebaran situs sejarah paling merata, mulai Situs Mronjo hingga berbagai struktur bata merah era klasik.
  • Kecamatan Gandusari menyimpan sejumlah peninggalan penting seperti Candi Kotes dan Situs Sukosewu di kawasan lereng selatan Gunung Kelud.

Kabar Blitar – Kabupaten Blitar dikenal sebagai salah satu daerah di Jawa Timur yang kaya peninggalan sejarah, terutama dari era Kerajaan Kediri, Singhasari, hingga Majapahit. 

Hampir di setiap wilayah terdapat jejak peradaban masa lalu, mulai dari candi, petirtaan, prasasti, hingga situs pemukiman kuno.

Namun, dari sekian banyak kecamatan, Nglegok, Selopuro, dan Gandusari menjadi wilayah yang paling sering disebut memiliki konsentrasi situs sejarah terbanyak di Kabupaten Blitar.

Nglegok: Pusat Warisan Majapahit di Blitar

Kecamatan Nglegok dianggap sebagai kawasan situs sejarah paling monumental di Kabupaten Blitar. 

Wilayah ini menjadi lokasi berdirinya Candi Penataran, kompleks candi Hindu terbesar di Jawa Timur yang dibangun sejak masa Kerajaan Kediri dan terus digunakan hingga era Majapahit. 

Selain menjadi pusat pemujaan Hindu Siwa, Candi Penataran juga disebut dalam Kitab Negarakertagama sebagai tempat yang sering dikunjungi Raja Hayam Wuruk. 

Kompleks ini memiliki berbagai bangunan penting seperti Candi Naga, Pendopo Teras, petirtaan, arca dwarapala, hingga struktur utama bercorak Majapahit. 

Tak hanya Penataran, Nglegok juga memiliki sejumlah situs pendukung lain seperti Situs Balekambang, area arkeologi Palah, dan berbagai temuan arca serta batu kuno di sekitar lereng Gunung Kelud.

Keberadaan situs-situs tersebut membuat Nglegok sering disebut sebagai jantung sejarah Hindu-Majapahit di Blitar.

Selopuro: Kaya Situs Klasik di Bantaran Brantas

Jika Nglegok unggul dari sisi kemegahan kompleks candi, Kecamatan Selopuro dikenal karena banyaknya sebaran situs kecil yang tersebar di berbagai desa.

Wilayah yang berada di kawasan Sungai Brantas ini sejak masa klasik dianggap strategis sebagai jalur perdagangan dan permukiman kuno. 

Beberapa situs sejarah yang ditemukan di Selopuro antara lain:

  • Situs Mronjo
  • Situs Ploso
  • Situs Trenceng
  • Situs Selopuro
  • Situs Jabon
  • Punden Mbah Soko
  • Batu inskripsi peninggalan masa klasik. 

Sebagian besar situs di Selopuro berupa fragmen bangunan kuno, bata merah, batu andesit, lingga, hingga struktur yang diduga bagian permukiman atau tempat pemujaan era Majapahit.

Karena tersebar di banyak dusun dan desa, Selopuro sering dianggap sebagai kecamatan dengan sebaran situs sejarah paling merata di Kabupaten Blitar.

Gandusari, Jejak Majapahit di Lereng Selatan Kelud

Kecamatan Gandusari juga menyimpan banyak peninggalan sejarah yang berkaitan dengan perkembangan Majapahit di wilayah selatan Gunung Kelud.

Beberapa situs terkenal di kawasan ini antara lain:

  • Candi Kotes
  • Situs Sukosewu
  • Situs Gadungan
  • Kawasan Gunung Gedang
  • Situs Slumbung.

Candi Kotes menjadi salah satu peninggalan penting bercorak Hindu yang masih terawat hingga kini. 

Sementara Situs Sukosewu dan kawasan Gunung Gedang dikenal memiliki banyak temuan batu kuno, struktur bata, hingga jejak permukiman masa lampau.

Meski jumlah situsnya tidak sebanyak Selopuro atau semegah Nglegok, Gandusari tetap menjadi salah satu wilayah penting dalam peta sejarah Kabupaten Blitar.

Nglegok Masih Jadi yang Paling Dominan

Dari ketiga kecamatan tersebut, Nglegok masih dianggap paling dominan dalam aspek nilai sejarah dan arkeologi karena memiliki kompleks Candi Penataran yang menjadi ikon sejarah terbesar di Blitar bahkan Jawa Timur. 

Sementara Selopuro unggul dari sisi jumlah dan persebaran situs kecil, sedangkan Gandusari dikenal sebagai kawasan yang menyimpan jejak penting perkembangan budaya Hindu-Majapahit di lereng selatan Gunung Kelud.

#Sejarah Blitar #Wisata Blitar #Wisata sejarah Blitar

Komentar 0

Baca Juga