Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Peristiwa

BPBD Blitar Droping Ratusan Disinfektan PMK

Untuk cegah perluasan kasus PMK, BPBD Blitar Droping sejumlah disinfektan di Kantor Disnakkan Kabupaten Blitar.

BPBD Blitar Droping Ratusan Disinfektan PMK
Droping Disinfektan PMK oleh BPBD Kabupaten Blitar

Poin Penting

  • BPBD Blitar ikut andil dalam cegah perluasan kasus PMK.
  • Ratusan disinfektan PMK didroping di kantor Disnakkan Kabupaten Blitar.
  • 74 Kasus PMK hingga kini ditemukan di Kabupaten Blitar.

Kabar Blitar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar menyalurkan bantuan disinfektan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kepada Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar. 

Penyaluran tersebut dilakukan sebagai langkah percepatan agar stok disinfektan yang tersedia dapat segera dimanfaatkan untuk kebutuhan penanganan dan pencegahan PMK di lapangan.

Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, menjelaskan bahwa disinfektan yang disalurkan sebelumnya tersimpan di gudang BPBD Kabupaten Blitar. 

Bantuan tersebut merupakan hasil dukungan dari BPBD Provinsi Jawa Timur serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

"Jadi itu adalah bantuan dari BPBD Provinsi Jatim dan BPNPB yang kemudian didistribusikan kepada instansi teknis agar penyalurannya lebih tepat sasaran,” jelas Wahyudi.

Ia merinci, bantuan yang diserahkan kepada Disnakkan Kabupaten Blitar terdiri atas hand sanitizer khusus PMK ukuran 100 mililiter sebanyak 896 botol spray, serta disinfektan PMK kemasan lima liter sebanyak 50 galon. 

Wahyudi berharap, seluruh bantuan tersebut dapat segera didistribusikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak penyebaran PMK. 

“Bantuan tersebut diharapkan dapat segera disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, terutama di lokasi yang berpotensi terdampak PMK,” ujarnya.

Menurut Wahyudi, penyaluran melalui Disnakkan dinilai paling efektif karena instansi tersebut memiliki data lengkap serta pemetaan wilayah yang memerlukan penanganan PMK. 

Dengan dasar data tersebut, distribusi disinfektan diharapkan bisa lebih terarah dan tepat sasaran. “Dengan demikian, distribusi disinfektan dapat dilakukan secara terarah sesuai kondisi di lapangan,” pungkasnya.

BPBD Kabupaten Blitar berharap sinergi lintas instansi ini dapat memperkuat upaya pengendalian PMK di daerah. 

Kolaborasi antara BPBD dan Disnakkan diharapkan mampu mempercepat proses penanganan sekaligus menekan risiko meluasnya penularan PMK pada ternak.

Sebagai informasi, berdasarkan data Disnakkan Kabupaten Blitar per 21 Januari 2025, tercatat sebanyak 74 ekor ternak terdeteksi terjangkit PMK. Kasus tersebut tersebar di 15 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Blitar.

#BPBD Blitar #Disnakkan Kabupaten Blitar #PMK

Komentar 0

Baca Juga