Bulog Serap 30 Ribu Ton Gabah, Stok Pangan Blitar Aman 12 Bulan
Pemerintah Kabupaten Blitar memastikan stok pangan aman hingga 12 bulan ke depan usai pengecekan gudang Bulog bersama TPID di tengah ancaman El Nino.
Poin Penting
- Stok beras dan jagung aman hingga 12 bulan
- Kebutuhan jagung capai 1.500 ton per hari
- Bulog serap gabah petani Rp6.500 per kilogram
Kabar Blitar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memastikan stok pangan di wilayah Blitar dalam kondisi aman.
Kepastian itu diperoleh setelah dilakukan pengecekan langsung di gudang Bulog wilayah Blitar oleh Pemkab Blitar.
Dari hasil pemantauan, ketersediaan beras dan jagung dipastikan mencukupi hingga 12 bulan ke depan.
Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi menghadapi potensi musim kemarau panjang dan dampak fenomena El Nino.
Bupati Blitar, Rijanto mengatakan pemerintah daerah sengaja turun langsung untuk memastikan kesiapan cadangan pangan masyarakat.
“Kami sudah cek langsung stoknya di gudang Bulog bersama Bulog dan jajaran terkait. Alhamdulillah, kami optimis kondisi pangan masih aman,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, kebutuhan jagung di Kabupaten Blitar tergolong tinggi karena besarnya sektor peternakan ayam di wilayah tersebut.
Dalam sehari, kebutuhan jagung untuk pakan ternak diperkirakan mencapai 1.000 hingga 1.500 ton. “Kebutuhan pakan ternak di Blitar ini luar biasa besar. Sebab, sektor peternakan ayam juga besar,” katanya.
Selain memantau stok beras dan jagung, Pemkab Blitar juga memastikan kesiapan cadangan pangan daerah.
Saat ini, pemerintah daerah memiliki cadangan beras sekitar 45 ton yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk kebutuhan darurat masyarakat.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Tulungagung, Yonas Hariadi Kurniawan memastikan stok pangan di Gudang Bence dan Gudang Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, dalam kondisi aman.
Menurutnya, Bulog telah menghitung ketahanan stok pangan untuk wilayah Blitar Raya dan dipastikan aman hingga satu tahun ke depan.
Ia juga menyebut penyerapan gabah petani masih terus dilakukan dengan harga Rp6.500 per kilogram.
Gabah hasil serapan tersebut kemudian diolah menjadi beras dan disimpan di gudang Bulog. “Untuk Blitar sendiri, gabah kering panen yang sudah kami serap mencapai lebih dari 30 ribu ton,” terangnya.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan pangan di tengah ancaman cuaca ekstrem. “Stok aman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.