Burung Kuntul Ganggu Warga, Pemkot Wacanakan Relokasi dari Alun-alun Kota Blitar
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin upayakan relokasi koloni burung kuntul di Alun-Alun Kota Blitar ke Ecopark Joko Pangon guna menjaga kenyamanan publik tanpa mengusir satwa.
Poin Penting
- Pemkot arahkan burung kuntul pindah, bukan mengusir
- Alun-alun Kota Blitar dinilai kurang ideal sebagai habitat
- Ecopark Joko Pangon disiapkan jadi lokasi baru
Kabar Blitar – Keberadaan koloni burung kuntul atau blekok di Alun-Alun Kota Blitar kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Blitar.
Sebagai pusat aktivitas masyarakat, area alun-alun dinilai kurang ideal untuk habitat burung karena kerap menimbulkan keluhan, terutama terkait kotoran yang jatuh di area publik.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menegaskan bahwa langkah yang diambil pemerintah bukan untuk mengusir, melainkan mengarahkan burung agar berpindah ke lokasi yang lebih sesuai.
“Kami ingin memindah, bukan mengusir. Kami arahkan supaya mereka pindah ke taman hijau pemerintah yang tidak banyak digunakan untuk aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, pemkot telah memasang alat pengusir tradisional berupa komplong atau kaleng di sejumlah pohon di area alun-alun.
Suara yang dihasilkan diharapkan membuat burung merasa kurang nyaman sehingga secara alami berpindah ke lokasi lain.
Sebagai alternatif habitat, pemerintah menyiapkan Ecopark Joko Pangon. Kawasan ini dinilai lebih cocok karena memiliki banyak pohon besar dan suasana yang relatif lebih sepi dari aktivitas warga.
Dengan relokasi alami ini, diharapkan koloni burung tetap dapat berkembang tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Di Joko Pangon banyak pohon besar tapi tidak padat aktivitas. Tempat seperti itu lebih cocok untuk burung blekok berkembang,” tambahnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.