Capaian 82 Persen Bukan Garis Finish, PSN Blitar Masih Punya Banyak PR
Evaluasi Program Strategis Nasional (PSN) di Kota Blitar mencakup pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi.
Poin Penting
Capaian pelaksanaan PSN di Kota Blitar mencapai 82,3 persen.
Pengentasan kemiskinan dilakukan melalui Sekolah Rakyat.
Pertumbuhan ekonomi didukung melalui percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih.
Kabar Blitar – Pelaksanaan sejumlah Program Strategis Nasional (PSN) di Kota Blitar mencatat capaian kinerja sebesar 82,3 persen berdasarkan evaluasi hingga paruh tahun 2026.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Blitar, Widodo Sapto Johannes mengatakan capaian tersebut masih menjadi bagian dari evaluasi pemerintah pusat terhadap pelaksanaan berbagai program strategis di daerah.
“Pelaksanaan program strategis nasional [PSN] terus mendapat monitoring dan evaluasi dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Sejumlah program yang masuk dalam pelaksanaan PSN di Kota Blitar di antaranya Sekolah Rakyat (SR), Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, serta program lain yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan.
Widodo mengatakan penilaian kinerja PSN mencakup sejumlah indikator, mulai dari pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan, akses pendidikan hingga pertumbuhan ekonomi.
“Dengan nilai yang telah dicapai tersebut, termasuk bagus progresnya dan akan terus ditingkatkan,” tegas Widodo.
Pada aspek pengentasan kemiskinan, Pemkot Blitar menjalankan program Sekolah Rakyat sekaligus mendukung kebijakan pembangunan tiga juta rumah.
“Untuk pengentasan kemiskinan, kami merealisasikan program penggabungan Sekolah Rakyat dan mendukung kebijakan pembangunan tiga juta rumah,” katanya.
Sementara untuk ketahanan pangan, Pemkot Blitar masih berfokus pada penyaluran cadangan beras pemerintah dengan melibatkan Perum Bulog.
Pemantauan kecukupan kebutuhan pangan warga juga dilakukan dengan mengoptimalkan bantuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Kami fokus pada penyaluran cadangan beras pemerintah, bersinergi dengan Bulog untuk memantau kecukupan kebutuhan pangan warga, termasuk mengoptimalkan bantuan dari Bapanas,” jelasnya.
Di sektor kesehatan, salah satu indikator yang dicatat dalam evaluasi adalah capaian Universal Health Coverage (UHC) sebesar 100,31 persen.
Sementara pada sektor pendidikan, Pemkot Blitar melakukan rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan untuk jenjang SD dan SMP setiap tahun.
Untuk jenjang SMA yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, Pemkot Blitar melakukan koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) wilayah setempat.
Adapun pada sektor ekonomi, pengendalian inflasi menjadi salah satu upaya yang dilakukan melalui pelaksanaan pasar murah.
Pemkot juga mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari pelaksanaan program strategis di daerah.
“Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, kami konsisten mengendalikan inflasi lewat pasar murah, sekaligus mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih di tengah masyarakat,” pungkas Widodo.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.