Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Sosial

Catat Tren Positif, Produksi Padi Blitar Tembus 187 Ribu Ton

DKPP Kabupaten Blitar catat produksi padi 187.111 ton GKP. Angka produksi padi tersebut didapatkan dari 27.547 hektare lahan panen sepanjang Januari–Mei 2026.

Catat Tren Positif, Produksi Padi Blitar Tembus 187 Ribu Ton
Produksi padi di Kabupaten Blitar.

Poin Penting

  • Produksi padi Kabupaten Blitar capai 187.111 ton GKP dari luas panen 27.547 hektare.
  • Produktivitas rata-rata tercatat 6,79 ton GKP per hektare, dinilai DKPP masih pada level baik.
  • Luas tanam padi hingga akhir Mei 2026 capai 19.413 hektare untuk jaga musim panen berikutnya.

Kabar Blitar – Sektor pertanian di Kabupaten Blitar mencatatkan hasil kinerja positif sepanjang Januari hingga Mei 2026. 

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar mencatat produksi padi mencapai 187.111 ton gabah kering panen (GKP) dari luas panen 27.547 hektare dengan produktivitas rata-rata 6,79 ton GKP per hektare.

Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Blitar Siswoyo Adi Prasetyo mengatakan capaian tersebut menunjukkan produktivitas pertanian di Kabupaten Blitar masih berada pada level yang baik dan menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

"Sepanjang Januari hingga Mei 2026, tingkat provitas padi kita mampu menyentuh angka 6,79 ton GKP per hektare. Dengan angka produktivitas setinggi itu, hamparan lahan seluas 27.547 hektare yang telah dipanen mampu menghasilkan pasokan beras makro yang melimpah demi mengamankan kebutuhan pangan daerah," ujar Siswoyo.

Selain mencatat hasil panen yang tinggi, DKPP juga terus mendorong keberlanjutan musim tanam. Hingga akhir Mei 2026, luas tanam padi telah mencapai 19.413 hektare sebagai persiapan menghadapi panen berikutnya sekaligus menjaga kesinambungan pasokan beras di pasaran.

Menurut Siswoyo, tingginya produktivitas tersebut tidak lepas dari pendampingan yang dilakukan kepada petani, mulai dari pengelolaan irigasi, penyediaan sarana produksi, hingga pengawasan distribusi pupuk bersubsidi.

"Keberhasilan menjaga produktivitas ini merupakan hasil dari pengelolaan budidaya yang baik, mulai dari pendampingan teknis kepada petani, manajemen pengairan, hingga pengawasan sarana produksi pertanian di lapangan," jelasnya.

#DKPP Kabupaten Blitar #Produksi padi

Komentar 0

Baca Juga