Cegah Keracunan Saat Idul Adha, Dinkes Blitar Perketat SOP Pengolahan dan Penyimpanan Daging Kurban
Hari raya kurban membuat stok daging sapi dan kambing menjadi melimpah, menyikapi hal ini Dinkes Kabupaten Blitar menerbitkan SOP pengelolaan dan penyimpanan daging kurban Idul adha 2026 untuk mencegah kontaminasi bakteri Salmonella dan E. coli.
Poin Penting
- Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat menjaga higienitas pengolahan daging kurban guna mencegah kontaminasi bakteri berbahaya saat Iduladha 2026.
- SOP penyimpanan daging kurban di Kabupaten Blitar menekankan pentingnya penyimpanan freezer suhu minus 18 derajat Celsius serta menghindari pembekuan ulang daging.
- Masyarakat Kabupaten Blitar diminta memasak daging kurban hingga matang sempurna dan tidak membiarkan makanan terbuka lebih dari empat jam pada suhu ruang.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah risiko kontaminasi bakteri berbahaya seperti Salmonella dan E. coli yang dapat menyebabkan keracunan makanan apabila daging tidak ditangani dengan benar setelah dibagikan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati mengatakan seluruh masyarakat perlu memperhatikan kebersihan saat mengolah daging kurban karena bakteri dapat berkembang apabila rantai higienitas diabaikan.
Risiko tersebut disebut lebih tinggi bagi masyarakat yang memiliki penyakit penyerta maupun riwayat alergi tertentu.
Menurutnya, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan kondisi daging masih layak konsumsi sejak awal diterima.
Daging yang sehat umumnya berwarna merah segar, tidak berlendir, dan tidak mengeluarkan bau menyengat.
“Daging yang layak dan aman dikonsumsi itu harus dipastikan memiliki warna merah segar, teksturnya tidak berlendir, dan sama sekali tidak mengeluarkan bau busuk atau menyengat," jelasnya.
Jika kriteria visual tersebut sudah terpenuhi, maka poin krusial berikutnya ada pada perilaku orang yang mengolahnya.
"Higienitas personal menjadi mutlak, wajib mencuci tangan secara bersih dengan air mengalir dan sabun sebelum serta sesudah menyentuh bahan baku daging,” ujar dr. Christine.
Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan daging mentah terlalu lama berada di suhu ruang.
Daging disarankan segera dimasukkan ke wadah tertutup rapat sebelum disimpan di dalam freezer dengan suhu sekitar minus 18 derajat Celsius.
Selain itu, daging sebaiknya dipotong dalam ukuran kecil sesuai kebutuhan memasak agar tidak perlu mengalami pembekuan ulang yang dapat menurunkan kualitasnya.
Untuk proses pencairan daging beku, masyarakat diminta tidak mencairkannya dengan cara didiamkan begitu saja di tempat terbuka.
Dinkes menyarankan proses thawing dilakukan menggunakan fitur pencairan pada microwave atau direndam dalam wadah tertutup di bawah aliran air bersih mengalir.
Langkah tersebut dinilai lebih aman karena dapat menekan pertumbuhan bakteri saat perubahan suhu berlangsung.
Tidak hanya itu, masyarakat juga diimbau memasak daging hingga benar-benar matang sempurna dan menghindari konsumsi daging setengah matang.
“Penggunaan santan, minyak, gula, dan garam berlebihan saat mengolah masakan berbahan daging juga disarankan untuk dibatasi demi menjaga kesehatan tubuh selama perayaan hari raya,” tuturnya.
Perlu diingat bahwa hidangan daging matang memiliki batas waktu penyajian maksimal. Makanan tidak boleh dibiarkan terbuka di suhu ruang lebih dari 4 jam.
"Jika dalam kurun waktu tersebut hidangan belum habis dikonsumsi, pastikan makanan disimpan kembali dalam wadah tertutup atau dipanaskan ulang dengan suhu yang tepat untuk mematikan sisa-sisa bakteri yang mulai hinggap,” pungkas dr. Christine.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.