Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Peristiwa

Cuaca Ekstrem Landa Wilayah Blitar pada Awal Tahun 2026

Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Blitar. Hujan deras disertai angin kencang sebabkan pohon tumbang di tiga wilayah.

Cuaca Ekstrem Landa Wilayah Blitar pada Awal Tahun 2026
Kondisi salah satu wilayah di Blitar yang terdampak cuaca ekstrem.

Poin Penting

  • Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Blitar.
  • Hujan deras dan angin kencang sebabkan pohon tumbang.
  • Tiga wilayah terdampak pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.

Kabar Blitar – Memasuki pekan pertama tahun 2026, cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Blitar. 

Hujan deras yang disertai angin kencang mengakibatkan pohon tumbang di beberapa titik serta menimbulkan kerusakan ringan pada rumah warga di tiga kecamatan, yakni Gandusari, Nglegok, dan Sanankulon. 

Meski menyebabkan kerugian material, peristiwa tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.

Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas cukup tinggi mulai mengguyur wilayah Blitar sejak sekitar pukul 16.00 WIB. 

Kondisi cuaca tersebut diperparah dengan hembusan angin kencang yang memicu tumbangnya sejumlah pohon dan kerusakan atap rumah warga. 

“Pekan pertama 2026 ini diawali dengan cuaca ekstrem. Akibat hujan deras dan angin kencang, terjadi beberapa pohon tumbang dan kerusakan rumah warga, namun tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Di Kecamatan Gandusari, dampak cuaca ekstrem paling terlihat terjadi di Desa Ngaringan RT 01/RW 01. 

Sebuah pohon tumbang menutup jalan alternatif yang menghubungkan Desa Butun dengan Desa Ngaringan sehingga sempat menghambat mobilitas warga. 

Selain itu, rumah milik Samsul yang berada di Desa Sukosewu RT 03/RW 01 juga terdampak setelah tertimpa pohon waru. 

Akibat kejadian tersebut, sebagian genteng rumah mengalami kerusakan dan kabel listrik di lokasi dilaporkan putus karena tertimpa pohon tumbang.

Kerusakan akibat angin kencang juga terjadi di Kecamatan Nglegok. Atap rumah milik Yudi Efendi di Lingkungan Karang Anom RT 005/RW 007, Kelurahan Nglegok, dilaporkan rusak setelah terbang terbawa angin. 

Sementara di Kecamatan Sanankulon, rumah milik Sholekah yang berada di Desa Gledug, Dusun Sumberagung RT 01/RW 05, mengalami kerusakan ringan pada bagian atap dapur dan teras akibat tertimpa pohon tumbang.

Wahyudi menambahkan, setelah menerima laporan dari masyarakat, BPBD Kabupaten Blitar segera menerjunkan personel ke lokasi kejadian. 

Upaya penanganan dilakukan dengan memotong dan membersihkan pohon tumbang, melakukan pendataan kerusakan.

Selain itu, pihak BPBD juga berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait, mulai dari TNI, Polri, PLN, perangkat kecamatan dan desa, hingga masyarakat setempat. “Seluruh lokasi kejadian sudah tertangani dan situasi saat ini kondusif,” katanya.

Saat ini, kondisi cuaca di Kabupaten Blitar dilaporkan masih terjadi hujan ringan. BPBD pun mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan. 

"Masyarakat kami minta rutin memantau kondisi lingkungan, terutama di wilayah rawan pohon tumbang dan bencana hidrometeorologi,” tandas Wahyudi.

#Cuaca ekstrem Blitar #Pohon tumbang Blitar

Komentar 0

Baca Juga