Desil Jadi Momok, Beasiswa Kuliah Bagi Siswa Kurang Mampu Kota Blitar Berpotensi Pupus
Siswa dari keluarga kurang mampu berpotensi kehilangan kesempatan mendapat beasiswa kuliah akibat masalah kesalahan pencatatan desil.
Poin Penting
Siswa dari keluarga kurang mampu berpotensi kehilangan kesempatan mendapat beasiswa kuliah.
Kesalahan pencatatan desil kembali persoalan dalam potensi mendapatkan beasiswa.
Pemkot Blitar tetap membuka peluang bagi masyarakat yang ingin melakukan pembenahan status desil.
Kabar Blitar – Anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kota Blitar berpotensi kehilangan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa kuliah.
Pupusnya kesempatan tersebut dapat terjadi akibat adanya kesalahan pencatatan status ekonomi atau desil.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, meminta warga yang mengalami hal ini segera melapor apabila terjadi kesalahan dalam pencatatan desil.
Dirinya menegaskan persoalan ketepatan data desil bukan sekadar urusan bantuan sosial (bansos), melainkan juga menentukan nasib pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Kalau untuk pendidikan, kami minta kalau masuk desil 5, 6, dan seterusnya lapor ke Disdik, Dispora, Dinsos, supaya dicek kembali desilnya. Supaya kita prioritaskan anak-anak dapat beasiswa,” ujarnya.
Syauqul mencontohkan, jika sebuah keluarga sebenarnya tidak mampu namun tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) berada di desil 5 ke atas dapat menyebabkan sang anak tidak masuk prioritas penerima beasiswa, meski secara ekonomi mereka layak dibantu.
Belakangan ini Pemkot Blitar mengaku banyak mendapat keluhan terkait ketidaksesuaian desil.
Kendati demikian, Syauqul menyebabkan bahwa tidak semua keluhan tersebut murni soal kesalahan data.
Hal ini lantaran sebagian warga yang komplain justru sudah menerima bantuan pemerintah dalam bentuk lain, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
“Jadi hampir semua masyarakat itu kalau soal bantuan mesti merasa miskin. Kalau ada bantuan selalu kurang dan selalu pingin,” katanya.
Mas Ibin memastikan Pemkot Blitar tetap membuka ruang koreksi bagi warga yang memang keliru tercatat, khususnya untuk kepentingan pendidikan anak.
Pemkot Blitar terus berkoordinasi dengan BPS selaku instansi yang menyusun pemetaan status ekonomi masyarakat ke dalam sepuluh kelompok desil.
“Kami terus berkoordinasi dengan BPS, dan juga Dinsos mengenai status desil ini,” pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.