Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Politik

Di Balik 70 Penghargaan, Wali Kota Blitar Ungkap Beratnya Pemangkasan APBD

Wali Kota Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengapresiasi capaian 70 penghargaan selama satu tahun kepemimpinan bersama OPD. Meski demikian, Pemkot Blitar menghadapi tantangan berat akibat pemangkasan hampir 80 persen APBD yang berdampak pada pengurangan sejumlah program layanan masyarakat.

Di Balik 70 Penghargaan, Wali Kota Blitar Ungkap Beratnya Pemangkasan APBD
Wali Kota Kota Blitar, Syauqul Muhibbin

Poin Penting

  • Wali Kota Blitar capaian 70 penghargaan sebagai hasil kerja kolektif OPD dan masyarakat.
  • Pemkot Blitar hadapi pemangkasan hampir 80 persen APBD yang pengaruhi program sosial.
  • program bingkisan Ramadan, bantuan beras Rastrada, dan Karya Mas terdampak efisensi.

Kabar Blitar – Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menyampaikan apresiasi atas capaian satu tahun kepemimpinannya bersama seluruh jajaran perangkat daerah. 

Pria yang akrab disapa Mas Ibin itu menilai berbagai penghargaan yang diraih menjadi bukti kerja kolektif organisasi perangkat daerah (OPD) serta dukungan masyarakat.

“Terima kasih untuk semua OPD dan instansi terkait. Dalam satu tahun pemerintahan ini kita mendapat 70 penghargaan, dan saya mendapat teman-teman OPD yang kapabel dalam tata kelola pemerintahan. Itu menjadi kebanggaan saya sebagai kepala daerah,” ujar Mas Ibin kepada awak media seusai kegiatan.

Menurutnya, deretan penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan pemicu semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah. 

Ia menegaskan, tantangan ke depan justru semakin kompleks dan membutuhkan kerja sama yang lebih solid antara pemerintah dan masyarakat.

Dalam forum tersebut, sejumlah peserta juga menyoroti tantangan lima tahun mendatang, mulai dari penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel. 

Mas Ibin menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog publik sebagai bagian dari evaluasi dan perumusan kebijakan.

Diskusi terbuka ini diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus penguat sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan Kota Blitar yang berkelanjutan. 

Namun di sisi lain, Mas Ibin juga mengungkapkan kondisi fiskal daerah yang sedang tidak mudah. “Hampir 80 persen APBD kita dipangkas. Itu sangat berat bagi kami, sehingga banyak layanan yang nantinya terpaksa dikurangi,” tegasnya.

Ia mencontohkan, sejumlah program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat terdampak kebijakan efisiensi anggaran. 

Pada Ramadan tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kota Blitar rutin memberikan bingkisan bagi para pekerja, namun tahun ini program tersebut sementara ditiadakan. 

Selain itu, jumlah penerima bantuan beras Rastrada juga berkurang hingga separuh, sementara program Karya Mas mengalami pengurangan kuota sekitar 50 persen.

Mas Ibin pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat penyesuaian anggaran tersebut. 

Ia menegaskan, langkah efisiensi diambil sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi fiskal sekaligus untuk menjaga stabilitas keuangan daerah.

Menurutnya, pemerintah daerah harus mengambil keputusan yang tidak mudah agar program prioritas dan pelayanan dasar tetap berjalan optimal. 

“Kami memahami ada harapan masyarakat yang belum bisa kami penuhi tahun ini. Untuk itu kami mohon pengertian. Pemerintah akan tetap berupaya semaksimal mungkin agar pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan, tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

Mas Ibin memastikan evaluasi terhadap program-program yang terdampak akan terus dilakukan. Jika kondisi keuangan daerah membaik, Pemkot Blitar berkomitmen mengembalikan program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat secara bertahap. 

Ia juga menegaskan akan memperkuat sinergi dengan DPRD, OPD, serta berbagai elemen masyarakat untuk mencari solusi dan terobosan agar pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran.

#Efisensi Anggaran #Wali Kota Blitar

Komentar 0

Baca Juga