Diduga Karena Depresi, Perempuan di Wonodadi Blitar Nekat Mengakhiri Hidup
Kasus kematian perempuan di Wonodadi, Blitar, dipastikan Polres Blitar Kota sebagai dugaan bunuh diri terkait depresi, tanpa unsur tindak kriminal.
Poin Penting
- Polisi pastikan kematian perempuan di Wonodadi bukan tindak kriminal.
- Korban diduga mengalami depresi dan riwayat gangguan psikologis.
- Masyarakat diimbau lebih peduli terhadap kesehatan mental.
Kabar Blitar – Peristiwa kematian seorang perempuan di wilayah Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, pada Rabu (15/4/2026), menyita perhatian warga.
Aparat kepolisian memastikan kejadian tersebut merupakan dugaan bunuh diri yang berkaitan dengan kondisi psikologis korban.
Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menjelaskan, peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di sebuah rumah di Dusun Suweden, Desa Kolomayan, Kecamatan Wonodadi.
“Petugas segera melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara, termasuk mengamankan lokasi, mendata saksi, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga korban,” jelas AKP Samsul Anwar saat dikonfirmasi, Kamis (16/4/2026).
Korban diketahui adalah SAI yang merupakan perempuan berusia 29 tahun dan tinggal di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan saksi, korban pertama kali ditemukan oleh anggota keluarga dalam kondisi sudah meninggal dunia di dalam rumah. Penemuan tersebut sempat memicu kepanikan warga sekitar.
Dari hasil pemeriksaan awal serta keterangan keluarga, korban diduga memiliki riwayat gangguan psikologis.
Dalam beberapa bulan terakhir, korban disebut beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri, namun berhasil dicegah oleh pihak keluarga.
“Dari keterangan keluarga, korban memang memiliki riwayat depresi. Hal ini menjadi salah satu faktor yang diduga kuat melatarbelakangi kejadian tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan autopsi.
Polisi pun mencatat peristiwa tersebut sebagai laporan non-kriminal setelah tidak ditemukan adanya tanda kekerasan maupun keterlibatan pihak lain.
AKP Samsul Anwar turut mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan mental di lingkungan sekitar.
Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam memberikan dukungan kepada individu yang mengalami tekanan psikologis, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.