Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Kesehatan

Dinkes Blitar Bergerak Cepat, 21 Sampel Campak Dikirim ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya

Dinas Kesehatan Kota Blitar kirim 21 sampel untuk deteksi dini Campak. Pemkot siapkan imunisasi kejar guna cegah penyebaran.

Dinkes Blitar Bergerak Cepat, 21 Sampel Campak Dikirim ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya
Ilustrasi vaksin campak

Poin Penting

  • Dinkes Blitar kirim 21 sampel sebagai langkah deteksi dini campak.
  • Belum ada kasus positif, namun kewaspadaan terus ditingkatkan.
  • Program imunisasi kejar disiapkan untuk anak usia 9–59 bulan.

Kabar Blitar – Warga Kota Blitar diimbau mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Campak. 

Hal ini menyusul langkah cepat Dinas Kesehatan Kota Blitar yang telah mengirimkan 21 sampel ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya sebagai bagian dari deteksi dini.

Hingga saat ini, belum ada hasil yang menyatakan sampel tersebut positif campak. Namun, pengiriman ini menjadi bagian dari sistem kewaspadaan dini untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran penyakit menular.

Plt Kepala Dinkes Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini, menjelaskan bahwa setiap temuan gejala yang mengarah ke campak langsung ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel untuk diuji di laboratorium.

“Setiap ada gejala yang mengarah ke campak, kami langsung kirim sampelnya ke Surabaya, baik darah maupun urine, sehingga bisa diketahui hasilnya dan dilakukan tindakan antisipasi,” jelasnya, Kamis (9/4/2026).

Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa hingga kini belum ditemukan kasus campak yang terkonfirmasi di Kota Blitar. 

Namun, langkah pencegahan tetap menjadi prioritas. “Meski belum ada kasus, mencegah tentu lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Blitar juga tengah menyiapkan program imunisasi kejar atau catch up campaign yang dijadwalkan berlangsung pada April ini. Program ini akan menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan.

Saat ini, Dinkes masih melakukan pemetaan sasaran, validasi data, serta skrining status imunisasi anak. 

Anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap nantinya akan menjadi prioritas dalam program tersebut.

Pelaksanaan imunisasi akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari PAUD, TK, RA, kader PKK, hingga organisasi keagamaan, guna memastikan seluruh sasaran terdata dan terlayani dengan baik.

Menurut Dissie, langkah ini penting untuk memperkuat kekebalan kelompok atau herd immunity, mengingat campak merupakan penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

“Ini bagian dari upaya perlindungan generasi penerus. Anak-anak harus kita jaga kesehatannya, karena mereka aset penting untuk masa depan,” ujarnya.

Saat ini, Dinkes juga tengah menghitung kebutuhan logistik vaksin serta menyiapkan tenaga kesehatan yang akan diterjunkan ke lokasi sasaran, termasuk sekolah-sekolah dan titik layanan imunisasi lainnya.

#Dinkes Kota Blitar #Penyakit Campak #Penyakit Campak Blitar

Komentar 0

Baca Juga