Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Kesehatan

Disnakkan Upayakan Pencegahan PMK di Blitar

Disnakkan bagikan sejumlah cara pada peternak untuk mencegah hewan ternak terjangkit penyakit PMK.

Disnakkan Upayakan Pencegahan PMK di Blitar
Pemberian vaksin PMK pada hewan ternak.

Poin Penting

  • Imunitas ternak penting untuk cegah PMK.
  • Peternak diimbau ikuti program vaksinasi.
  • Ramuan herbal tidak bisa gantikan penanganan medis.

Kabar Blitar – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar terus memperkuat langkah pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, menyusul masih ditemukannya sejumlah kasus PMK di beberapa wilayah. 

Upaya pencegahan dilakukan secara terpadu, tidak hanya melalui vaksinasi, tetapi juga dengan penguatan imunitas ternak serta penerapan manajemen pemeliharaan yang lebih disiplin.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar, Lusia Adityaningtyas, menegaskan bahwa pengendalian PMK tidak bisa dilakukan secara parsial. 

Menurutnya, keberhasilan pencegahan sangat bergantung pada kedisiplinan peternak dalam menjalankan seluruh langkah yang telah direkomendasikan pemerintah.

“Pencegahan PMK harus dilakukan secara menyeluruh. Vaksinasi memang menjadi kunci utama, tetapi harus dibarengi dengan penerapan biosekuriti kandang, pembatasan lalu lintas ternak, serta pemantauan kesehatan hewan secara rutin,” ujar Lusia saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, Disnakkan secara aktif mengimbau peternak agar mengikuti program vaksinasi PMK sesuai jadwal yang telah ditetapkan. 

Selain itu, keluar masuknya orang maupun hewan ke area kandang perlu dibatasi untuk meminimalkan risiko penularan virus dari luar. 

Kebersihan kandang dan peralatan juga harus dijaga melalui penyemprotan disinfektan secara berkala.

“Peternak juga kami minta melakukan karantina terhadap ternak baru selama 7 hingga 14 hari sebelum digabungkan dengan ternak lainnya. Langkah ini sederhana, tetapi efektif untuk mencegah masuknya penyakit,” jelasnya.

Selain langkah teknis tersebut, Disnakkan juga mendorong peningkatan daya tahan tubuh ternak melalui pemberian pakan bergizi dan air minum yang bersih. 

Sebagai upaya pendukung, peternak diperbolehkan memanfaatkan ramuan herbal untuk membantu menjaga imunitas hewan.

Lusia menyebutkan, bahan herbal yang kerap digunakan antara lain kunyit, temulawak, jahe, serai, asam jawa, dan gula merah. 

Bahan-bahan tersebut direbus, kemudian airnya diberikan kepada ternak secara berkala. “Untuk pencegahan, ramuan herbal bisa diberikan seminggu sekali. Sementara pada ternak yang sudah terinfeksi, dapat diberikan setiap hari sebagai pendukung perawatan,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa ramuan herbal tidak dapat menggantikan vaksinasi maupun penanganan medis. 

Peternak diminta segera melapor kepada petugas kesehatan hewan apabila menemukan gejala PMK, seperti luka di mulut atau kuku, pincang, hingga menurunnya nafsu makan. 

"Pelaporan yang cepat sangat penting agar penanganan segera dilakukan dan penyebaran penyakit dapat ditekan,” pungkas Lusia.

#Disnakkan Kabupaten Blitar #PMK

Komentar 0

Baca Juga