Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Peristiwa

Ditemukan Sobekan Foto dan Cangkul, Makam di Udanawu Blitar Diduga Dibongkar OTK

Makam warga di TPU Karanggondang, Udanawu, Blitar, diduga dibongkar OTK, ditemukan sobekan foto dan cangkul; keluarga pilih tak lapor polisi.

Ditemukan Sobekan Foto dan Cangkul, Makam di Udanawu Blitar Diduga Dibongkar OTK
Kondisi makam pasca dibongkar. (Ist)

Poin Penting

  • Makam warga di TPU Desa Karanggondang, Udanawu, Blitar, diduga dibongkar orang tak dikenal, Jumat (7/8/2026) dini hari; jenazah masih di dalam makam.
  • Warga menemukan cangkul di area persawahan dan sobekan foto yang sedikit terkena api di sekitar makam, memunculkan dugaan kaitan dengan praktik mistis di masyarakat.
  • Keluarga memilih menguruk kembali makam dan tidak melapor ke polisi; Kapolsek Udanawu pastikan jenazah masih utuh di lokasi.

KBRB – Sebuah makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, diduga dibongkar orang tak dikenal (OTK) pada Jumat (7/8/2026) dini hari.

Kondisi makam yang sempat terbuka tersebut kemudian menjadi perhatian setelah foto dan videonya beredar di media sosial.

Dalam video berdurasi 34 detik yang beredar, terlihat bagian tengah makam terbuka dengan nisan tergeletak di sampingnya, sementara sejumlah sobekan foto tampak berserakan di sekitar makam.

Kepala Desa Karanggondang, Rudi Puryono, mengatakan kondisi makam pertama kali diketahui warga sekitar pukul 06.00 WIB dan informasi tersebut kemudian diteruskan kepada perangkat desa.

"Pagi diketahui makam sudah terbongkar di bagian tengah. Tidak sampai terbuka seluruhnya. Jenazah masih berada di dalam makam," ujar Rudi, Sabtu (8/8/2026).

Makam tersebut merupakan tempat persemayaman salah satu warga Desa Karanggondang, yang meninggal pada akhir Juli 2026.

Bagian makam yang terbuka, menurut Rudi, berada di sisi tengah dan diduga digunakan seseorang untuk mengambil bagian kain kafan melalui celah yang dibuat.

Selain sobekan foto, warga juga menemukan sebuah cangkul yang diduga digunakan untuk membongkar makam dan kemudian dibuang ke area persawahan di seberang TPU.

"Di lokasi ditemukan cangkul yang dilempar ke sawah dan sobekan foto pria dan wanita. Kondisinya tidak lengkap dan sulit untuk dirangkai kembali," jelasnya.

Sebagian sobekan foto tersebut juga disebut terlihat sedikit terkena api.

Temuan itu kemudian memunculkan dugaan di tengah masyarakat bahwa pembongkaran makam berkaitan dengan praktik mistis.

Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena tidak ada laporan resmi dari keluarga dan polisi masih belum mengetahui motif di balik kejadian tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Udanawu AKP Achmad Rochan mengatakan polisi mengetahui informasi pembongkaran makam dari masyarakat.

Meski belum menerima laporan resmi, anggota tetap melakukan pengecekan ke lokasi.

"Kami mendapatkan info demikian, namun tidak ada laporan yang kami terima. Tapi anggota sudah mengkonfirmasi kepada pihak desa, sementara dari pihak keluarga tidak berkenan untuk dimintai keterangan," kata Rochan.

Saat petugas tiba di TPU Karanggondang, kondisi makam telah kembali seperti semula.

Keluarga sebelumnya memilih menguruk kembali makam dan tidak membawa kejadian tersebut ke ranah hukum.

"Anggota sudah mengecek ke lokasi, tapi sampai di sana kondisi makam sudah tidak terbongkar. Sudah dikembalikan seperti semula," terangnya.

AKP Rochan juga memastikan jenazah masih berada di dalam makam. 

Sementara terkait dugaan adanya bagian kain kafan atau benda lain yang hilang, polisi belum dapat memastikan karena keluarga tidak melaporkan kejadian tersebut.

"Barang yang hilang juga tidak tahu. Tapi jenazah itu masih ada. Yang jelas dari keluarga tidak berkenan lapor polisi," tandasnya.

Sebelum kejadian, sekitar pukul 22.00 WIB, Rudi menambahkan, masih terdapat warga yang beraktivitas di sekitar TPU.

Tidak ada aktivitas mencurigakan yang terlihat saat itu.

Setelah berkoordinasi dengan perangkat desa dan juru kunci makam, keluarga akhirnya meminta makam segera dikembalikan seperti semula.

"Keluarga meminta agar makam langsung diuruk dan dikembalikan seperti semula. Jadi keluarga memilih tidak melanjutkan ke laporan kepolisian," pungkas Rudi.

#Kabupaten Blitar #Pembongkaran Makam Blitar

Komentar 0

Baca Juga