El Nino ‘Godzilla’ Picu Ancaman Serius, Pembudidaya Ikan Wajib Waspada
Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar peringatkan dampak fenomena El Nino ekstrem terhadap budidaya ikan, mulai dari penurunan kualitas air hingga risiko penyakit.
Poin Penting
- El Nino ekstrem berpotensi ganggu budidaya ikan di Blitar.
- Risiko meliputi penurunan oksigen, peningkatan amonia, dan stres ikan.
- Pembudidaya diminta atur kepadatan tebar dan siapkan sumber air cadangan.
Fenoena yang dikenal sebagai “El Nino Godzilla” itu diperkirakan berdampak besar terhadap ekosistem perairan serta aktivitas budidaya di wilayah Blitar.
Kabid Perikanan Budidaya Disnakkan Kabupaten Blitar, Deki Nusa Asmara, menyebutkan bahwa kondisi ini diprediksi berlangsung sejak April hingga Oktober 2026 dengan dampak kekeringan yang diperkirakan lebih kuat karena posisi geografis Indonesia yang berdekatan dengan Samudera Pasifik.
“Fenomena El Nino Godzilla ini berpotensi memicu peningkatan suhu udara dan air secara ekstrem, penurunan curah hujan, hingga berkurangnya ketersediaan sumber air,” katanya.
Lebih lanjut dari itu, El Nino Godzilla dapat menyebabkan penurunan kualitas air yang berpengaruh bagi pembudidaya ikan.
"Jika tidak diantisipasi, hal ini akan menyebabkan penurunan kualitas air yang drastis, seperti menurunnya oksigen terlarut dan meningkatnya kadar amonia," ujar Deki.
Kondisi lingkungan yang menurun tersebut berisiko menimbulkan stres pada ikan yang berdampak pada turunnya nafsu makan serta terhambatnya pertumbuhan.
"Lebih jauh lagi, sistem imun ikan yang melemah di tengah suhu panas meningkatkan risiko serangan penyakit yang berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi besar bagi pembudidaya," katanya.
Sebagai upaya mitigasi dampak El Nino ekstrem, Disnakkan mengimbau para pembudidaya untuk mulai beradaptasi dengan mengatur kepadatan tebar ikan dan menyiapkan sumber air cadangan.
“Kami meminta para pembudidaya aktif melakukan monitoring kualitas air secara dan memastikan kecukupan oksigen melalui penggunaan aerator atau kincir air,” tuturnya.
Di sisi lain, pemberian pakan sesuai porsi yang tepat dapat membantu untuk menekan racun yang ada di kolam.
"Pengelolaan pakan juga harus lebih efisien agar sisa pakan tidak membusuk dan meracuni air di tengah kondisi debit air yang menyusut," pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.