Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Sosial

Hadapi Masalah Kekeringan, Blitar Berpotensi Terima Hampir 100 Unit Pompanisasi

Kabupaten Blitar berpotensi terima tambahan 50 unit pompanisasi usai 45 unit tahap pertama, guna hadapi musim kemarau 2026. Diperkirakan unit pompanisasi di Kabupaten Blitar masih dapat bertambah.

Hadapi Masalah Kekeringan, Blitar Berpotensi Terima Hampir 100 Unit Pompanisasi
Unit pompanisasi di Kabupaten Blitar. (Ist)

Poin Penting

  • Kabupaten Blitar terima 45 unit pompanisasi tahap pertama; tahap kedua diperkirakan tambah sekitar 50 unit.
  • Total bantuan pompanisasi diperkirakan mencapai 95–100 unit untuk antisipasi kekeringan musim kemarau.
  • Bupati Blitar tinjau langsung lokasi pompanisasi di Desa Dawuhan, Plosorejo, dan Darungan; air sudah mengalir ke lahan pertanian.

Kabar Blitar – Program pompanisasi di Kabupaten Blitar akan diperluas sebagai upaya mengantisipasi kekeringan saat musim kemarau.

Setelah menerima 45 unit pada tahap pertama, pemerintah pusat diperkirakan kembali menyalurkan sekitar 50 unit tambahan sehingga total bantuan mencapai hampir 100 unit.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, Setiyana mengatakan tambahan pompanisasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan irigasi bagi lahan pertanian yang rawan kekurangan air.

"Tahap pertama kami menerima 45 unit. Tahap kedua diperkirakan sekitar 50 unit lagi, sehingga total bantuan yang diterima Kabupaten Blitar bisa mencapai sekitar 95 sampai 100 unit," ujarnya.

Menurut Setiyana, program pompanisasi menjadi salah satu solusi untuk menjaga pasokan air di lahan pertanian, terutama ketika debit sungai mulai menurun saat musim kemarau.

Dengan bertambahnya jumlah pompa, semakin banyak sawah yang diharapkan tetap dapat ditanami sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga.

Sementara itu, Bupati Blitar Rijanto memastikan sejumlah pompanisasi yang telah dipasang mulai memberikan manfaat bagi petani.

Hal itu disampaikan setelah meninjau langsung lokasi pompanisasi di Desa Dawuhan, Plosorejo, dan Darungan.

"Alhamdulillah, setelah kami melihat langsung di lapangan, air sudah mengalir ke lahan pertanian. Harapannya petani tidak lagi mengalami kesulitan air saat musim kemarau sehingga proses tanam tetap berjalan," katanya.

Pemkab Blitar berharap penambahan bantuan pompanisasi dari pemerintah pusat dapat memperkuat ketahanan sektor pertanian, sekaligus menjaga keberlangsungan musim tanam di tengah potensi kekeringan pada 2026.

#DKPP Kabupaten Blitar #Kemarau #Pompanisasi Kabupaten Blitar

Komentar 0

Baca Juga