Harga Beras di Blitar Masih Waras, Harga Gabah Bikin Penggilingan Tak Beroperasi
Harga beras di Kota Blitar masih di bawah HET, tetapi kenaikan harga gabah Pecah Kulit (PK) membuat penggilingan padi UD Merpati Jaya di Kecamatan Kepanjenkidul menghentikan produksi sementara selama sekitar satu pekan.
Poin Penting
Penggilingan padi di Kota Blitar, menghentikan produksi sekitar satu pekan.
Beras dari penggilingan tersebut masih tersedia dengan harga Rp14.800 per kilogram.
Hasil pengecekan Satgas Pangan di Pasar Templek harga beras masih normal.
Kabar Blitar – Harga beras di pasaran Kota Blitar masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi kondisi berbeda terjadi di tingkat hulu.
Salah satu penggilingan padi di Kecamatan Kepanjenkidul bahkan menghentikan sementara produksinya selama sekitar satu pekan karena harga bahan baku gabah Pecah Kulit (PK) mengalami kenaikan.
Kondisi tersebut ditemukan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Blitar Kota saat melakukan pengecekan harga dan mutu beras di tingkat produsen, distributor, hingga pasar tradisional.
Ketua Satgas Pangan Blitar Kota, AKP Rudy Kuswoyo mengatakan, penggilingan padi UD Merpati Jaya sudah sekitar satu pekan tidak beroperasi karena tingginya harga bahan baku.
“Bahwa penggilingan padi UD Merpati Jaya sudah sekitar satu minggu tidak beroperasi karena bahan baku berupa PK harganya naik, sehingga produksi sementara dihentikan,” demikian keterangan dalam laporan hasil kegiatan.
Meski aktivitas produksi dihentikan sementara, penggilingan tersebut masih memiliki stok beras merek Baru Muncul yang dipasarkan kepada pedagang kecil di wilayah Kabupaten Blitar.
Beras tersebut dijual dengan harga Rp14.800 per kilogram dan masih berada di bawah HET yang ditetapkan pemerintah.
Satgas Pangan juga melakukan pengecekan di Toko 12, Kecamatan Sukorejo, serta Kios Bu Katini di Pasar Templek, Kecamatan Kepanjenkidul.
Di Toko 12, beras premium merek Bunga Sakura dijual Rp14.750 per kilogram, sedangkan merek Mana Lagi dipasarkan dengan harga Rp14.800 per kilogram.
Sementara itu, beras premium merek Setra Ramos di Kios Bu Katini dijual Rp14.500 per kilogram.
Rudy mengatakan, seluruh harga beras yang ditemukan dalam pengecekan tersebut masih berada di bawah HET.
“Pengecekan beras di tingkat produsen, distributor, dan pasar tradisional bertujuan untuk menjaga kestabilan harga,” ujarnya.
Menurutnya, pengawasan dilakukan secara rutin untuk memastikan harga beras tetap terkendali sekaligus mencegah adanya penjualan beras yang melampaui ketentuan pemerintah.
“Petugas melakukan pengecekan di produsen beras, distributor, dan pasar tradisional Kota Blitar, dan tidak ditemukan produk beras yang dijual di atas HET,” katanya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.