Harga Dexlite Meroket, Dishub Blitar Pastikan Operasional Bus Sekolah Tetap Berjalan
Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Dexlite hingga mencapai sekitar Rp26.000 per liter berdampak pada operasional bus sekolah gratis di Kabupaten Blitar. Meski biaya operasional meningkat signifikan, Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar memastikan layanan bus sekolah gratis tetap beroperasi normal hingga akhir tahun 2026 melalui penyesuaian anggaran internal.
Poin Penting
- Dishub Kabupaten Blitar memastikan layanan bus sekolah gratis tetap berjalan normal meskipun harga Dexlite mengalami kenaikan tajam sejak April hingga Mei 2026.
- Seluruh armada bus sekolah menggunakan BBM nonsubsidi sehingga lonjakan harga bahan bakar berdampak langsung terhadap biaya operasional.
- Dishub Kabupaten Blitar memastikan keberlangsungan layanan bus sekolah gratis tetap bisa berjalan hingga Desember 2026.
Salah satunya dirasakan oleh operasional bus sekolah gratis yang berada dalam wewenang Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar.
Meski biaya operasional mengalami peningkatan cukup signifikan akibat lonjakan harga BBM jenis Dexlite, Dishub Kabupaten Blitar memastikan layanan bus sekolah gratis tetap berjalan normal hingga akhir tahun 2026.
Sebagaimana diketahui, harga Dexlite mengalami kenaikan bertahap sejak April 2026. Dari sebelumnya Rp14.200 per liter, harga BBM tersebut melonjak menjadi Rp23.600 per liter pada April dan kembali naik menjadi sekitar Rp26.000 per liter pada Mei 2026.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kabupaten Blitar, Anik Yuanawati, mengatakan seluruh armada bus sekolah milik pemerintah daerah diwajibkan menggunakan BBM nonsubsidi.
Karena itu, setiap kenaikan harga bahan bakar secara otomatis memengaruhi biaya operasional yang harus ditanggung pemerintah.
Menurut Anik, lonjakan harga Dexlite memang berdampak besar terhadap pengeluaran rutin yang harus dikeluarkan setiap bulan.
Namun, Dishub tetap berkomitmen menjaga keberlangsungan layanan karena bus sekolah merupakan fasilitas publik yang diperuntukkan bagi para pelajar.
“Pengaruh kenaikan BBM nonsubsidi ini tentu ada dan luar biasa terasa terhadap tagihan bulanan kami. Namun, karena ini adalah murni pelayanan publik untuk anak-anak sekolah, kami tidak menghitung untung dan rugi. Mindset bisnis itu kami kesampingkan,” tegas Anik.
Untuk mengatasi meningkatnya biaya operasional, Dishub Kabupaten Blitar melakukan penyesuaian dalam pengelolaan anggaran internal.
"Beberapa kebutuhan pemeliharaan kendaraan yang belum mendesak untuk sementara dialihkan guna memenuhi kebutuhan pembelian bahan bakar," lanjut Anik.
Anik menjelaskan, anggaran perawatan kendaraan dan pembelian BBM berada dalam satu kelompok belanja operasional sehingga memungkinkan dilakukan pengaturan prioritas sesuai kondisi dan kebutuhan yang ada.
Melalui skema tersebut, Dishub mampu menjaga keberlangsungan layanan tanpa harus mengurangi jumlah armada maupun memangkas rute bus sekolah yang selama ini telah melayani para pelajar di Kabupaten Blitar.
“Kami bersyukur pos anggaran global yang ada saat ini dihitung masih cukup untuk menjamin kelanjutan operasional pelayanan bus sekolah hingga bulan Desember nanti," kata Anik
Dishub Kabupaten Blitar menegaskan bahwa seluruh layanan bus sekolah gratis tetap beroperasi seperti biasa sesuai dengan kalender pendidikan.
Kepastian tersebut diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi para siswa maupun orang tua yang selama ini mengandalkan fasilitas transportasi gratis tersebut untuk menunjang aktivitas belajar setiap hari
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.