Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Sosial

Imbas Konflik Timur Tengah, Keberangkatan Puluhan Jemaah Umrah Blitar Ditunda

Dampak konflik Timur Tengah berimbas pada keberangkatan jemaah umrah asal Kabupaten Blitar. Sebanyak 38 calon jemaah umrah dijadwalkan berangkat 10 Maret terpaksa ditunda, sementara 34 jemaah yang sudah berada di Madinah dipastikan aman dan masih menjalankan ibadah dengan lancar.

Imbas Konflik Timur Tengah, Keberangkatan Puluhan Jemaah Umrah Blitar Ditunda
Plt Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Blitar, Purnomo

Poin Penting

  • Sebanyak 34 jemaah umrah asal Kabupaten Blitar dijadwalkan pulang pada 12 Maret 2026.
  • Penundaan keberangkatan dilakukan sebagai langkah antisipasi atas konflik di Timur Tengah.
  • Penundaan keberangkatan 38 calon jemaah dipicu gangguan jalur penerbangan internasional.

Kabar Blitar – Dampak konflik di kawasan Timur Tengah mulai berimbas pada rencana keberangkatan jemaah umrah asal Kabupaten Blitar. 

Meski aktivitas ibadah di Tanah Suci masih berjalan normal, sejumlah jadwal keberangkatan dari Indonesia terpaksa ditunda sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi keamanan dan jalur penerbangan internasional.

Plt Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Blitar, Purnomo, mengatakan saat ini terdapat 34 jemaah umrah asal Kabupaten Blitar yang masih berada di Arab Saudi. 

Seluruh jemaah tersebut diketahui berada di Madinah dan dalam kondisi aman. “Jemaah yang berangkat dari Blitar saat ini jumlahnya 34 orang. Posisi mereka masih di Madinah dan kegiatannya lancar, tidak ada kendala,” ujar Purnomo saat dikonfirmasi.

Ia menyampaikan, hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait penundaan kepulangan jemaah yang sudah berada di Tanah Suci. 

Rencananya, rombongan tersebut dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 12 Maret mendatang. Pihaknya berharap hingga waktu kepulangan tiba, kondisi penerbangan internasional sudah kembali normal.

“Untuk yang pulang tanggal 12 Maret, sementara belum ada informasi penundaan. Kami sudah konfirmasi ke pihak di sana, dan sejauh ini belum ada perubahan jadwal,” jelasnya.

Sementara itu, dampak konflik lebih dirasakan oleh jemaah yang rencananya akan berangkat dari Indonesia. 

Purnomo mengungkapkan, terdapat 38 calon jemaah umrah asal Kabupaten Blitar yang dijadwalkan berangkat pada 10 Maret melalui salah satu biro perjalanan. 

Namun, keberangkatan tersebut untuk sementara ditunda mengikuti instruksi dari Kementerian Haji dan Umrah.

“Untuk yang rencana berangkat tanggal 10 Maret ada 38 jemaah. Itu kami sampaikan kepada travel agar ditunda dulu sampai kondisi di Timur Tengah kondusif,” katanya.

Menurut Purnomo, apabila hingga jadwal keberangkatan situasi belum memungkinkan, maka penundaan akan dilakukan dengan penjadwalan ulang. Keberangkatan bahkan berpotensi dilakukan setelah Idulfitri. 

Adapun mekanisme lanjutan, termasuk terkait pengembalian biaya atau penyesuaian paket, akan menjadi pembahasan antara pihak travel dan jemaah.

Ia menegaskan bahwa kondisi di Makkah dan Madinah hingga saat ini relatif aman dan seluruh rangkaian ibadah tetap berjalan normal. 

Kendala utama justru berada pada jalur penerbangan internasional yang terdampak situasi konflik regional.

#Jemaah Umroh Blitar #Konflik Timur Tengah

Komentar 0

Baca Juga