Jaga Kelestarian Rusa Maliran, Penangkaran Jatilengger Perketat Pola Perawatan
Upaya menjaga kesehatan rusa Maliran di Penangkaran Rusa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar dilakukan melalui pemenuhan pakan alami, pemantauan kesehatan rutin, serta pengendalian aktivitas pengunjung. Pola perawatan ini diterapkan untuk mendukung konservasi satwa sekaligus menjaga fungsi wisata edukasi.
Poin Penting
- Pengawasan terhadap kondisi kesehatan rusa di Penangkaran Jatilengger diperketat.
- Pengunjung dilarang memberi makan sembarangan demi menjaga kesehatan rusa.
- Penjaga rusa terus lakukan koordinasi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Blitar.
Kabar Blitar – Upaya menjaga kesehatan rusa Maliran di Penangkaran Rusa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, terus menjadi perhatian pengelola bersama pemerintah daerah.
Pola perawatan difokuskan pada pemenuhan pakan alami, pengawasan kesehatan secara rutin, serta pengendalian aktivitas pengunjung agar tidak mengganggu kondisi satwa.
Penjaga Penangkaran Rusa Jatilengger, Hermanto, menjelaskan bahwa kesehatan rusa sangat dipengaruhi oleh pola pemberian pakan yang sesuai dengan kebutuhan alaminya.
Pakan utama rusa Maliran berasal dari hijauan seperti rumput dan dedaunan tertentu yang telah disesuaikan dengan standar nutrisi.
Pakan tersebut disiapkan secara rutin oleh petugas untuk memastikan asupan gizi rusa tetap seimbang.
“Biasanya kangkung dan rumput, tapi untuk pemenuhan nutrisi kamu berikan ketela dan kulit kedelai,” jelasnya.
Selain pakan, pengelola juga melakukan pemantauan kondisi fisik rusa secara berkala. Pemantauan meliputi pengamatan perilaku, nafsu makan, hingga kondisi kulit dan kuku.
Jika ditemukan gejala yang tidak normal, petugas akan segera berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh tenaga kesehatan hewan.
“Jika ditemukan gejala yang tidak normal, petugas akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait,” pungkas Hermanto.
Menurut Hermanto, pengaturan interaksi antara rusa dan pengunjung juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan satwa.
Pengelola secara konsisten mengimbau pengunjung agar tidak memberikan makanan sembarangan kepada rusa.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah gangguan pencernaan sekaligus menjaga pola makan rusa tetap terkontrol.
“Kami selalu mengingatkan pengunjung supaya tidak membawa pakan sendiri. Pakan rusa sudah kami siapkan sesuai kebutuhannya, sehingga kesehatannya bisa terjaga,” ujarnya.
Saat ini, populasi rusa Maliran di penangkaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar 100 ekor. Meski demikian, pengelola masih terus melakukan pendataan ulang untuk memastikan jumlah dan kondisi kesehatan seluruh rusa terpantau dengan baik.
Pendataan ini juga menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan pakan dan pola perawatan ke depan. “Kalau untuk perkembangbiakan kami biarkan secara alami, jadi tidak ada metode khusus,” terangnya.
Pengelola berharap, dengan penerapan pola perawatan yang konsisten serta dukungan kesadaran pengunjung, Penangkaran Rusa Jatilengger dapat terus berfungsi sebagai kawasan konservasi sekaligus wisata edukasi yang aman dan sehat bagi rusa Maliran.
Pemerintah daerah pun mendorong agar pengelolaan kesehatan satwa terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya pelestarian fauna lokal di Kabupaten Blitar.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.