Jangan Keliru, Anak Bertubuh Pendek Belum Tentu Mengalami Stunting
Pemahaman masyarakat terkait stunting masih seringkali disalahartikan. Dinkes Kabupaten Blitar memberikan paparan tentang mitos dan fakta terkait stunting.
Poin Penting
Pemahaman terkait stunting masih sering disalahartikan.
Dinkes Blitar tunjukan fakta seputar masalah stunting.
Stunting pada anak masih bisa dicegah dan diselesaikan.
Kabar Blitar – Sejumlah anggapan keliru tentang stunting masih beredar di masyarakat, mulai dari anggapan bahwa kondisi tersebut disebabkan faktor keturunan hingga keyakinan bahwa anak bertubuh pendek pasti mengalami stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati, melalui akun sosial media Dinkes Kabupaten Blitar, mengatakan stunting bukan kondisi yang secara otomatis diturunkan dari orang tua kepada anak.
Menurutnya, stunting berkaitan dengan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada anak.
Anak dari orang tua yang memiliki postur tubuh pendek tidak serta-merta mengalami stunting apabila kebutuhan nutrisinya terpenuhi.
Miskonsepsi lain adalah anggapan bahwa stunting hanya berdampak pada tinggi badan anak.
Christine menjelaskan, stunting juga dapat mengganggu kemampuan dan kecerdasan anak serta membuat tubuh lebih lemas sehingga anak mudah sakit.
“Banyak orang mengira stunting hanya berdampak pada tubuh pendek, padahal stunting juga mengganggu kemampuan dan kecerdasan, samping juga dapat menyebabkan lemas sehingga mudah sakit,” jelasnya dalam unggahan tersebut.
Christine juga meluruskan anggapan bahwa setiap anak bertubuh pendek pasti mengalami stunting.
Menurutnya, anak memang dapat memiliki tubuh pendek karena faktor genetik, sehingga kondisi tersebut tidak bisa langsung disebut sebagai stunting.
Status stunting harus dipastikan melalui pengukuran tinggi badan dan pemeriksaan berdasarkan kurva pertumbuhan anak.
“Selain itu, anggapan bahwa stunting tidak bisa dicegah atau diatasi juga dinilai keliru,” sambungnya.
Christine mengatakan pencegahan stunting dapat dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan gizi anak.
“Pemenuhan gizi itu termasuk pemberian ASI eksklusif, imunisasi, serta menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan,” tutupnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.