Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Kesehatan

Jelang Idul Adha 2026, Disnakkan Blitar Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Disnakkan Kabupaten Blitar memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban jelang Idul Adha 2026 guna mencegah penyebaran PMK, LSD, hingga antraks.

Jelang Idul Adha 2026, Disnakkan Blitar Perketat Pengawasan Hewan Kurban
Penjual hewan ternak di Blitar.

Poin Penting

  • Pemeriksaan kesehatan hewan ternak di Blitar ditingkatkan jelang Idul Adha.
  • Disnakkan Blitar awasi penyakit ternak seperti PMK, LSD, hingga penyakit zoonosis.
  • Peternak diminta segera melapor jika menemukan gejala mencurigakan pada hewan ternak.

Kabar Blitar – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar memperketat pengawasan kesehatan hewan ternak menjelang Idul Adha 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit menular yang berpotensi menyerang hewan kurban maupun membahayakan kesehatan masyarakat.

Sejumlah penyakit yang menjadi perhatian utama meliputi penyakit mulut dan kuku (PMK), lumpy skin disease (LSD), hingga penyakit zoonosis seperti antraks.

Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan ternak di sejumlah titik penjualan dan lokasi penampungan hewan kurban.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Disnakkan Kabupaten Blitar, Lusia Adityaningtyas, mengatakan kondisi kesehatan ternak di Kabupaten Blitar saat ini relatif terkendali.

Meski begitu, deteksi dini tetap dilakukan secara intensif untuk mencegah munculnya kasus baru menjelang meningkatnya mobilitas ternak saat Idul Adha.

“Penyakit yang diwaspadai jelas yang bersifat viral seperti PMK, kemudian mungkin ada penyakit LSD, serta penyakit berbahaya seperti antraks,” ujarnya.

Menurut Lusia, kasus PMK di Kabupaten Blitar kini mengalami penurunan signifikan dibandingkan sebelumnya. Program vaksinasi yang dilakukan bertahap dinilai efektif menekan penyebaran penyakit tersebut.

Ia menyebut saat ini hanya tersisa beberapa ekor ternak yang masih menjalani masa penyembuhan. Sementara laporan kasus baru disebut sudah sangat minim.

“Untuk PMK saat ini belum ada laporan kasus baru yang signifikan dan sudah teratasi berkat vaksinasi, bahkan tingkat kesembuhannya sangat tinggi,” katanya.

Selain PMK dan LSD, petugas juga mewaspadai penyakit kulit seperti skabies maupun luka gatal pada hewan ternak.

Pemeriksaan dilakukan dengan mengecek kondisi fisik hewan secara langsung guna memastikan ternak dalam keadaan sehat dan layak dijadikan hewan kurban.

Disnakkan juga memastikan stok vaksin masih tersedia untuk menjaga kekebalan ternak di berbagai wilayah.

Peternak diminta segera melapor kepada petugas apabila menemukan gejala mencurigakan pada hewan peliharaannya.

Lusia menambahkan pengawasan ketat dilakukan agar pelaksanaan Idul Adha tahun ini berjalan aman dan masyarakat tidak khawatir terhadap risiko penularan penyakit dari hewan kurban.

“Kami mengimbau peternak dan masyarakat aktif melapor jika ada gejala mencurigakan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” pungkasnya.

#Hewan Kurban Blitar #Hewan Ternak Blitar #Idul Adha Blitar

Komentar 0

Baca Juga