Jelang Ramadhan, Harga Bunga Tabur di Kota Blitar Meroket Hingga Dua Kali Lipat
Bulan suci Ramadhan membawa berkah pedagang bunga tabur di Kota Blitar lantaran bisa menjual hingga puluhan kilogram bunga dalam sehari.
Poin Penting
- Permintaan bunga tabur di Kota Blitar meningkat jelang Ramadhan.
- Tradisi nyekar ikut dorong tingginya permintaan bunga tabur di Kota Blitar.
- Pedagang bunga tabur di Kota Blitar bisa jual hingga puluhan kilogram dalam sehari.
Kabar Blitar – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, harga bunga tabur di sejumlah pasar di Kota Blitar mengalami kenaikan cukup tajam, Sabtu (14/2/2026).
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para pedagang bunga setaman yang setiap hari melayani kebutuhan masyarakat.
Salah satu pedagang, Siti Munawaroh, warga Kebon Duren, mengungkapkan kenaikan harga mulai terasa sejak mendekati Ramadan.
Perempuan kelahiran 1967 yang telah puluhan tahun berjualan bunga itu menyebut, harga bunga tabur yang sebelumnya dijual Rp 2.500 per bungkus kini naik menjadi Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per bungkus.
“Perbedaannya cukup jauh. Sekarang harganya bisa dua kali lipat,” ujarnya saat ditemui di lapak jualannya, Jumat (13/2/2026).
Menurut Siti, lonjakan harga paling signifikan terjadi pada bunga mawar dan kenanga. Sebelum Ramadan, harga mawar masih berada di kisaran Rp 45.000 hingga Rp 60.000 per kilogram.
Namun saat ini, harganya melonjak hingga mendekati Rp 170.000 per kilogram. Kenaikan serupa juga terjadi pada bunga kenanga yang sebelumnya dijual Rp 25.000–Rp 30.000 per kilogram, kini menembus Rp 160.000 per kilogram.
Ia menjelaskan, naiknya harga bunga dipicu oleh berkurangnya pasokan dari petani. Cuaca yang tidak menentu serta serangan hama menjadi faktor utama yang menyebabkan hasil panen menurun drastis.
“Sekarang stoknya berkurang. Banyak tanaman yang rusak dimakan ulat, jadi harus kulakan dari luar,” katanya.
Meski harga melambung, permintaan bunga tabur justru mengalami peningkatan. Menjelang Ramadhan, bunga banyak dibutuhkan masyarakat untuk keperluan nyekar, selain juga untuk acara siraman dan pernikahan.
Dalam sehari, Siti mengaku mampu menjual puluhan kilogram bunga, bergantung pada ketersediaan pasokan.
“Kalau stok ada, penjualan bisa habis. Apalagi menjelang Ramadhan, banyak yang nyekar,” pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.