Jembatan Ambrol Putus Akses Dua Desa di Blitar
Jembatan ambrol memutus akses Desa Sawentar dan Desa Banggle, BPBD Kabupaten Blitar menduga peristiwa terjadi karena tergerus air.
Poin Penting
- Jembatan ambrol lumpuhkan akses dua desa.
- Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.
- BPBD Kabupaten Blitar menduga kerusakan akibat tergerus air.
Kabar Blitar – Aspal di atas jembatan penghubung Desa Sawentar dan Desa Banggle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, ambrol pada Kamis (22/1/2026) siang.
Dampak dari kejadian tersebut, seluruh akses kendaraan di jalur itu ditutup total dan para pengendara diminta untuk memutar arah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ambrolnya jembatan terjadi secara mendadak sekitar pukul 14.00 WIB tanpa adanya tanda-tanda kerusakan sebelumnya.
Beruntung, saat peristiwa terjadi tidak ada kendaraan yang melintas di atas jembatan, meski jalur tersebut setiap hari ramai dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Iya, jembatan rusak runtuh pada pukul 14.00. Jalan itu merupakan penghubung antara Sawentar dengan Banggle,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi.
Wahyudi menjelaskan, pascakejadian pihaknya bersama instansi terkait langsung melakukan pengecekan ke lokasi.
Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui kerusakan dipicu ambrolnya bagian bawah jembatan sisi timur akibat tergerus aliran air, sehingga menyebabkan lantai jembatan ikut runtuh.
Sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan, akses jembatan langsung ditutup secara total dan dipasangi penanda serta rambu peringatan agar tidak dilintasi kendaraan.
Selain penutupan sementara, BPBD Kabupaten Blitar juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar untuk penanganan lebih lanjut. Perbaikan jembatan direncanakan mulai dilakukan dalam waktu satu hingga dua hari ke depan.
“Yang jelas, untuk sementara tindakan darurat yang telah dilakukan yaitu penutupan total akses jembatan serta pemasangan rambu-rambu peringatan guna mencegah terjadinya kecelakaan,” katanya.
Adapun jembatan penghubung Sawentar–Banggle tersebut memiliki bentang sekitar 3 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 3 meter dengan konstruksi pelat beton. Selama ini, jembatan tersebut menjadi salah satu akses vital bagi mobilitas masyarakat menuju wilayah Kanigoro dan sekitarnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.