Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Peristiwa

Karhutla Gunung Kawi Blitar Belum Tuntas, Api Tersisa di Puncak Pitrang dan Kawinajang

Karhutla di lereng Gunung Kawi wilayah Blitar memasuki hari kelima pada Minggu (20/9/2026). Water bombing kembali dilanjutkan untuk memadamkan titik api di Puncak Pitrang Barat dan Puncak Kawinajang.

Pemadaman Kebakaran di Gunung Kawi
Pemadaman Kebakaran di Gunung Kawi Blitar.

Poin Penting

  • Dua titik api karhutla masih tersisa di Puncak Pitrang Barat dan Puncak Kawinajang.

  • Pemadaman udara terkendala cuaca dan medan.

  • Tim darat memantau kawasan karhutla dari jalur pendakian Desa Kalimanis, Kecamatan Doko.

Kabar Blitar – Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Kawi wilayah Blitar memasuki hari kelima, Minggu (20/9/2026).

Operasi water bombing kembali dilanjutkan untuk memadamkan dua titik api yang masih tersisa di kawasan Puncak Pitrang Barat dan Puncak Kawinajang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Wahyudi mengatakan, operasi water bombing pada Sabtu (19/9/2026) belum bisa dilakukan secara maksimal karena kondisi cuaca.

Dalam operasi tersebut, helikopter hanya dapat melakukan tiga kali pengeboman air.

Kabut, asap tebal, dan angin kencang membuat penerbangan untuk menjangkau titik api di kawasan puncak terkendala.

“Kemarin water bombing hanya dapat dilakukan tiga kali karena kendala cuaca sehingga tersisa titik api di Puncak Pitrang Barat dan Puncak Kawinajang,” ujar Wahyudi.

Dua titik tersebut berada di ketinggian cukup ekstrem.

Puncak Pitrang berada sekitar 2.573 meter di atas permukaan laut (mdpl), sedangkan Puncak Kawinajang berada pada ketinggian sekitar 2.651 mdpl.

Menurut Wahyudi, pemadaman di kedua lokasi tersebut penting untuk mencegah api merembet ke area yang lebih luas, terutama menuju lereng Gunung Kawi di wilayah Blitar.

Padahal, sebagian besar karhutla di lereng Gunung Kawi wilayah Blitar telah berhasil dipadamkan.

Sebelumnya terdapat 14 titik api yang tersebar di area hampir 200 hektare.

Sebanyak 16 kali water bombing dilakukan pada hari ketiga operasi, Jumat (18/9/2026).

Operasi tersebut berhasil memadamkan titik-titik api yang sebelumnya tersebar di kawasan tersebut.

Namun, titik api di Puncak Pitrang Barat dan Puncak Kawinajang belum dapat dijangkau secara maksimal pada operasi hari ketiga hingga keempat karena kondisi cuaca.

“Kendalanya kabut, asap tebal dan angin kencang mencapai lebih dari 50 knot,” kata Wahyudi.

Wahyudi berharap kondisi cuaca pada Minggu lebih mendukung sehingga helikopter yang dioperasikan BPBD Provinsi Jawa Timur dapat kembali melakukan pemadaman dari udara.

Sementara itu, tim darat masih melakukan pemantauan dari jalur pendakian Desa Kalimanis, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar.

Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api di kawasan yang telah dipadamkan.

Dalam operasi tersebut, salah satu sumber air untuk kebutuhan water bombing berasal dari Telaga Blumbang Gede di Desa Soso, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

#BPBD Kabupaten Blitar #Gunung Kawi Blitar #Karhutla Blitar

Komentar 0

Baca Juga