Kasus Menantu Bunuh Mertua di Blitar Diawali Konflik Masalah Lampu Rumah
Anak korban kasus menantu bunuh mertua di Kabupaten Blitar mengungkapkan bahwa insiden diduga berawal dari konflik masalah lampu rumah.
Poin Penting
- Kasus menantu bunuh mertua diduga berawal dari konflik soal lampu rumah.
- Anak korban terkejut temukan sang ibu sudah tergeletak bersimbah darah.
- Tersangka ditemukan di Tulungagung saat diduga hendak melarikan diri.
Kabar Blitar – Fakta baru terkait kasus menantu bunuh mertua di Desa Gandekan Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar pada Senin malam, (26/1/2026) mulai terungkap.
Hal ini menyusul pernyataan anak korban yang akhirnya buka suara mengenai hubungan antara korban dan tersangka sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi.
Anak korban, Zulfanur Rohman (40), mengungkapkan bahwa hubungan antara korban dengan tersangka sebenarnya berjalan dengan baik.
Menurutnya, konflik yang berujung pada peristiwa naas tersebut dipicu oleh kesalahpahaman dalam komunikasi.
“Hubungannya sebenarnya baik-baik saja, tapi memang miskomunikasi jadi ada pertengkaran,” ungkapnya, Senin (2/2/2026).
Meski demikian, Zulfanur mengakui bahwa sebelum kejadian pembunuhan memang sempat terjadi perselisihan di dalam rumah.
Ia menjelaskan, cekcok pertama kali terjadi pada pagi hari, dipicu persoalan sepele terkait lampu rumah yang masih menyala di siang hari.
“Awal cekcok terjadi saat pagi hari karena masalah lampu yang masih menyala di siang hari,” ujarnya.
Dalam pertengkaran tersebut, korban sempat berteriak kepada Zulfanur. Namun, sikap tersebut membuat NV, yang merupakan menantu korban, merasa tersinggung.
“Sebenarnya sudah biasa seperti itu, tapi memang istri tidak suka jika ada yang berteriak-teriak,” imbuhnya.
Setelah perselisihan itu, Zulfanur mengaku berangkat bekerja ke wilayah Lodoyo dan baru kembali ke rumah pada sore hari.
Ia menyebut tiba di rumah sekitar pukul 17.30 WIB, atau selepas Maghrib, dan sempat memberikan uang kepada istrinya untuk kebutuhan belanja sehari-hari.
Saat kembali, NV diketahui berada di rumah ketua RT setempat untuk mendapatkan nasihat setelah cekcok yang terjadi.
Zulfanur juga mengaku sempat menitipkan uang kepada istrinya untuk diserahkan kepada sang ibu. “Saya juga sempat menitipkan uang kepada istri untuk diberikan pada ibu saya,” jelasnya.
Usai bertemu dengan istrinya, Zulfanur kembali melanjutkan pekerjaan ke Tulungagung dan baru pulang ke rumah sekitar pukul 22.00 WIB.
Namun, saat tiba di rumah dirinya justru melihat suasana sudah dalam keadaan sepi dan ia tidak menemukan istri serta anaknya.
Zulfanur kemudian berusaha menanyakan keberadaan istri dan anaknya kepada sang ibu. Namun, karena tidak mendapat jawaban, ia langsung memeriksa kondisi ibunya.
“Saya menanyakan keberadaan istri dan anak ke pada ibu saya. Tapi karena ibu tidak menjawab saya langsung coba memeriksa dan menemukannya sudah bersimbah darah,” pungkasnya.
Mendapati ibunya telah meninggal dunia, Zulfanur segera meminta bantuan kepada tetangga untuk mengurus jenazah korban.
Sementara itu, pihak kepolisian langsung melakukan upaya pencarian terhadap NV beserta anaknya yang saat itu tidak ada di rumah.
NV dan anaknya akhirnya berhasil ditemukan di sebuah penginapan di wilayah Tulungagung dengan mengendarai sepeda listrik.
Saat ini NV masih menjalani penahanan di sel tahanan kepolisian guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.