Keterbatasan SDM dan Armada, Pemeliharaan PJU Blitar Belum Optimal
Dishub Kabupaten Blitar akui pemeriksaan rutin PJU belum optimal akibat keterbatasan personel dan hanya dua armada operasional.
Poin Penting
- Dishub Kabupaten Blitar akui pemeriksaan rutin PJU dua kali setahun belum bisa dipenuhi karena keterbatasan personel.
- Dishub hanya miliki dua armada operasional: satu truk hidrolik dan satu kendaraan pendukung.
- Musim kemarau dimanfaatkan untuk pemangkasan dahan pohon sebagai upaya pencegahan gangguan jaringan PJU.
KBRB – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar masih menghadapi sejumlah kendala dalam menjalankan pemeriksaan dan pemeliharaan rutin Penerangan Jalan Umum (PJU).
Terbatasnya jumlah personel serta armada operasional menjadi tantangan utama untuk menjaga ribuan titik lampu penerangan yang tersebar di berbagai wilayah.
Kepala Bidang Perlengkapan Jalan Dishub Kabupaten Blitar Kurniawan Wibowo mengatakan pemeriksaan berkala terhadap PJU idealnya dilakukan dua kali dalam setahun.
Namun, target tersebut belum dapat dipenuhi karena petugas juga harus menangani laporan kerusakan dari masyarakat yang datang hampir setiap hari.
"Seharusnya pemeriksaan rutin PJU ini dilakukan dua kali dalam setahun. Namun, jujur kami masih mengalami kesulitan memenuhi ritme tersebut karena tim teknis juga harus fokus menangani banyak laporan kerusakan dari masyarakat setiap harinya," ujar Kurniawan.
Menurutnya, banyaknya aduan yang bersifat mendesak membuat prioritas pekerjaan lebih diarahkan pada perbaikan lampu yang mengalami gangguan.
Kondisi tersebut menyebabkan jadwal inspeksi dan pemeliharaan berkala harus menyesuaikan situasi di lapangan.
Selain keterbatasan sumber daya manusia, Dishub Kabupaten Blitar juga hanya memiliki dua armada operasional untuk mendukung pekerjaan pemeliharaan PJU.
Armada tersebut terdiri atas satu truk hidrolik yang mampu menjangkau titik-titik tinggi serta satu kendaraan pendukung untuk membantu proses perbaikan lampu jalan.
Kurniawan menilai luasnya wilayah Kabupaten Blitar turut menjadi tantangan dalam menjaga kondisi jaringan PJU agar tetap berfungsi optimal.
Dengan jumlah personel yang terbatas, petugas harus membagi waktu antara menangani kerusakan, melakukan inspeksi, hingga melaksanakan pemeliharaan preventif.
Meski demikian, Dishub tetap berupaya memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.
Memasuki musim kemarau, ketika jumlah laporan lampu padam cenderung menurun, petugas memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memangkas dahan dan ranting pohon yang berpotensi mengganggu jaringan kabel PJU.
"Upaya pencegahan tetap kami lakukan agar potensi kerusakan dapat diminimalkan sehingga pelayanan penerangan jalan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik," pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.