Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Sosial

Kisah Haru CJH Tertua Blitar, Berangkat Haji di Usia 86 Tahun

Dua calon jemaah haji lansia asal Kota Blitar, Slamet dan Damanhuri, bersiap berangkat ke Tanah Suci dengan menjaga kebugaran lewat aktivitas bertani dan jalan kaki rutin.

Kisah Haru CJH Tertua Blitar, Berangkat Haji di Usia 86 Tahun
Dua kakak beradik CJH lansia dari Kota Blitar.

Poin Penting

  • Dua CJH lansia asal Kota Blitar siap berangkat haji tanpa pendamping khusus.
  • Persiapan fisik dilakukan dengan bertani dan jalan kaki rutin setiap hari.
  • Perjalanan haji menjadi kisah haru perjuangan menabung bertahun-tahun.

Kabar Blitar – Dua calon jemaah haji (CJH) lanjut usia asal Kota Blitar, Slamet dan Damanhuri, tengah bersiap menunaikan ibadah ke Tanah Suci. 

Kakak beradik tersebut diketahui tinggal serumah dan saling mendampingi dalam aktivitas sehari-hari.

Slamet yang kini berusia 86 tahun lebih 4 bulan tercatat sebagai calon haji tertua dari Kota Blitar pada musim haji tahun ini. 

Bersama adiknya, Damanhuri yang berusia 83 tahun, keduanya dijadwalkan berangkat pada 16 Mei mendatang tanpa didampingi pendamping khusus.

Meski telah memasuki usia lanjut, keduanya tetap melakukan persiapan secara serius, terutama dalam menjaga kondisi fisik.

Slamet mengandalkan aktivitas bertani sebagai sarana menjaga kebugaran, sementara Damanhuri rutin berjalan kaki setiap pagi.

“Persiapan ya menjaga kesehatan, bawa obat-obatan, juga jamu yang biasa diminum,” ujar Slamet.

Ia menuturkan bahwa aktivitas di sawah sudah menjadi bagian dari rutinitas yang sekaligus membantu menjaga stamina tubuh. 

“Olahraganya ya kerja di sawah, pakai pacul. Sudah biasa,” tambahnya.

Di sisi lain, Damanhuri memilih menjaga kebugaran dengan berjalan kaki selepas salat Subuh sejauh kurang lebih satu kilometer setiap hari. “Setiap pagi jalan kaki kurang lebih satu kilometer,” jelasnya.

Perjalanan menuju Tanah Suci bagi Slamet bukanlah hal yang instan. Ia mengumpulkan biaya secara bertahap dari hasil bertani hingga akhirnya bisa mendaftar haji pada tahun 2017. 

Setelah menunggu bertahun-tahun, kesempatan untuk berangkat akhirnya datang. “Dari hasil panen sedikit-sedikit dikumpulkan. Daftar tahun 2017,” katanya.

Di balik kebahagiaan tersebut, tersimpan kisah haru. Slamet semula berencana berangkat bersama sang istri, namun takdir berkata lain karena istrinya telah lebih dahulu meninggal dunia.

"Dulu niatnya berangkat berdua. Sekarang tetap saya niatkan ibadah ini untuk kami berdua,” tuturnya.

#CJH Blitar #Jemaah Haji Blitar

Komentar 0

Baca Juga