Korban Hanyut di Sungai Brantas Blitar Ditemukan di Tulungagung
Korban yang diduga menceburkan diri ke Sungai Brantas di wilayah Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar telah ditemukan di Kabupaten Tulungagung.
Poin Penting
- Korban hanyut di Sungai Brantas berhasil ditemukan di Tulungagung.
- Lokasi sekitar 20 kilometer dari TKP.
- Proses evakuasi masih dilakukan oleh tim gabungan.
Kabar Blitar – Perempuan berinisial DP (35) warga Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Brantas, wilayah Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, akhirnya berhasil ditemukan.
Korban ditemukan di wilayah Kabupaten Tulungagung setelah tim gabungan lintas daerah melakukan pencarian secara intensif.
Kapolsek Sanankulon AKP Nurbudi Santosa menyampaikan, berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga menceburkan diri ke Sungai Brantas karena mengalami depresi.
Informasi tersebut diperoleh kepolisian sejak awal penanganan kasus setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban.
“Informasi dari keluarga, korban atas nama inisial D menceburkan diri karena mengalami depresi. Itu yang kami terima dari pihak keluarga,” ujar AKP Nurbudi Santosa, Selasa (13/1/2026).
Usai menerima laporan kejadian, kepolisian langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Proses pencarian melibatkan BPBD, tim SAR, serta unsur lintas sektor dan lintas wilayah, mengingat derasnya arus Sungai Brantas yang menyulitkan upaya pencarian.
“Setelah kejadian, kami langsung berkoordinasi dengan pimpinan, BPBD, lintas wilayah, termasuk SAR. Pencarian dilakukan menyusuri aliran sungai,” jelasnya.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan di wilayah Kabupaten Tulungagung pada Selasa sore.
AKP Nurbudi mengatakan informasi penemuan korban diterima tidak lama sebelum dirinya memberikan keterangan kepada awak media.
“Alhamdulillah, hari ini korban ditemukan di wilayah Tulungagung. Ini masih update dari anggota saya sekitar 14.20 WIB,” ungkapnya.
Berdasarkan perkiraan petugas, jarak dari lokasi korban menceburkan diri hingga titik penemuan mencapai sekitar 20 hingga 30 kilometer.
Derasnya arus Sungai Brantas diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan korban terbawa cukup jauh dari lokasi awal.
“Kalau dari lokasi awal ke wilayah Tulungagung kurang lebih sekitar 20 kilometer. Karena arus deras, korban sempat transit di wilayah Jembatan Ngujang 2,” terangnya.
Saat ini, proses evakuasi korban masih berlangsung. Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi penemuan, korban akan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Ini masih proses evakuasi. Setelah dinaikkan, baru akan dibawa ke rumah sakit. Kemungkinan ke RSUD setempat, nanti akan kami komunikasikan lebih lanjut,” tandas AKP Nurbudi.
Sebelumnya, Kasi Humas Polres Blitar Kota AKP Samsul Anwar membenarkan adanya laporan perempuan hanyut di Sungai Brantas.
Ia menyebut laporan pertama diterima dari warga sekitar pada Senin (12/1) sekitar pukul 15.20 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, korban datang ke lokasi dengan mengendarai sepeda motor, lalu memarkirkannya di pinggir jalan dekat rumah warga sebelum berjalan menuju tepi Sungai Brantas.
“Perempuan tersebut diketahui datang, kemudian memarkir sepeda motornya di jalan dekat rumah warga, dan selanjutnya turun dan menuju ke pinggir sungai Brantas,” ujar AKP Samsul Anwar.
Tak lama kemudian, seorang warga mendengar suara seperti orang tercebur ke sungai dan segera mendatangi lokasi.
Warga tersebut sempat berusaha memberikan pertolongan, namun korban diketahui melepaskan pegangan dari akar pohon yang sempat diraihnya.
“Selanjutnya korban hanyut terbawa arus yang deras. Korban diduga hanyut ke arah barat atau menuju wilayah Tulungagung,” jelasnya.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang milik korban, di antaranya sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi AG 5828 KAN, sepasang sandal hitam, identitas diri korban, serta STNK kendaraan.
AKP Samsul Anwar menambahkan, pihak kepolisian telah menghubungi keluarga korban. Dari keterangan sementara, korban diketahui berstatus janda dengan dua anak serta memiliki riwayat depresi sejak sekitar tiga tahun terakhir. Korban juga disebut sempat berpamitan kepada ibunya sebelum kejadian.
“Keterangan sementara korban janda dengan dua anak dan memiliki riwayat depresi sejak tiga tahun lalu. Upaya pencarian akan dilanjutkan besok karena kondisi hujan deras. Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan tim SAR untuk proses pencarian,” tandasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.