Lampaui Target Nasional, Cek Kesehatan Gratis di Kota Blitar Capai Lebih dari 40 Persen
Capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Blitar sepanjang 2025 mencapai 40,2 persen, melampaui target nasional 36 persen. Dinas Kesehatan Kota Blitar menilai program CKG berada di jalur positif, meski tantangan 2026 meningkat seiring naiknya target menjadi 46 persen dari total penduduk.
Poin Penting
- Realisasi CKG di Kota Blitar tahun 2025 mencapai 40,2 persen.
- Dinkes Kota Blitar sebut target CKG 2026 naik menjadi 46 persen.
- Pelaksanaan CKG diintegrasikan dengan layanan puskesmas, posyandu, dan pustu.
Kabar Blitar – Capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Blitar sepanjang 2025 tercatat melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat.
Dinas Kesehatan Kota Blitar mencatat realisasi CKG mencapai 40,2 persen, lebih tinggi dari target nasional sebesar 36 persen.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Blitar, Silvia Dewi Kusumawati, menyampaikan capaian tersebut menunjukkan pelaksanaan program CKG masih berada pada jalur positif.
“Target tahun 2025 sekitar 36 persen dan alhamdulillah kita bisa mencapai 40,2 persen. Artinya target masih bisa terpenuhi,” ujarnya, Senin (2/3).
Meski capaian 2025 dinilai menggembirakan, tantangan pada tahun mendatang disebut akan semakin besar.
Pada 2026, target CKG Kota Blitar ditetapkan naik menjadi 46 persen atau hampir separuh jumlah penduduk kota.
“Target tahun depan sekitar 46 persen. Ini tentu menjadi PR besar karena jumlah sasarannya sangat banyak dan tersebar di semua kelompok usia,” jelas Silvia.
Ia mengungkapkan, salah satu kendala utama pelaksanaan CKG masih berkaitan dengan rendahnya antusiasme masyarakat.
Banyak warga masih menyamakan CKG dengan medical check up (MCU). “CKG ini screening dasar, bukan MCU. Persepsi masyarakat ini yang masih perlu terus kami luruskan,” katanya.
Selain persoalan persepsi, hambatan teknis juga ditemui pada sistem pencatatan dan pelaporan. Aplikasi ASIK milik Kementerian Kesehatan belum terintegrasi dengan sistem puskesmas maupun BPJS Kesehatan, sehingga proses input data masih dilakukan satu per satu.
Keterbatasan bahan medis habis pakai (BMHP) serta sumber daya manusia turut menjadi tantangan, terutama untuk sasaran anak sekolah dan lansia.
Untuk mengejar target 2026, Dinas Kesehatan Kota Blitar menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya mengintegrasikan layanan CKG dengan pelayanan rutin puskesmas, posyandu, dan puskesmas pembantu (pustu), serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.
"Kami melibatkan kecamatan, kelurahan, RT/RW, hingga akademisi untuk membantu pelaksanaan. Kuncinya kolaborasi dan sosialisasi yang berkelanjutan,” tegas Silvia.
Ia berharap program CKG benar-benar dimanfaatkan sebagai upaya deteksi dini penyakit sehingga mampu menekan angka kesakitan dan kecacatan masyarakat.
“Tujuan utama CKG adalah mencegah masyarakat jatuh sakit, bukan menunggu sakit dulu baru berobat,” pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.