Leptospirosis Ancam Hewan Ternak, Kebersihan Kandang Jadi Faktor Utama Pencegahan
Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar mengimbau warga waspada Leptospirosis saat musim hujan. Penyakit ini menular melalui air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan, terutama tikus.
Poin Penting
- Leptospirosis berpotensi meningkat saat musim hujan dan lingkungan lembap.
- Penularan terjadi melalui air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan.
- Masyarakat diimbau menjaga kebersihan dan mengendalikan populasi tikus.
Penyakit ini tergolong zoonosis, yakni dapat menular dari hewan ke manusia melalui media tertentu.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Lusia Adityaningtyas, menjelaskan bahwa penularan leptospirosis umumnya terjadi melalui kontak dengan air banjir atau genangan yang telah tercemar urine hewan terinfeksi, terutama tikus.
“Leptospirosis merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui air atau tanah yang telah terkontaminasi urine hewan terinfeksi, sehingga masyarakat harus lebih waspada saat beraktivitas di lingkungan yang berisiko,” ujarnya.
Ia menambahkan, lingkungan yang kotor serta tingginya populasi tikus menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran penyakit tersebut.
Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan.
Dari sisi gejala, leptospirosis pada manusia ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot terutama di bagian betis, mata merah, hingga mual dan muntah.
Dalam kondisi yang lebih parah, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan serius seperti penyakit kuning hingga gagal ginjal.
Sementara itu, pada hewan ternak seperti sapi, kambing, maupun anjing, gejala yang muncul antara lain demam, lemas, penurunan nafsu makan, hingga keguguran dan penurunan produksi susu.
“Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan alat pelindung saat beraktivitas di area kotor, serta mengendalikan populasi tikus agar risiko penularan dapat ditekan,” pungkasnya.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.