Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Blitarpedia

Mengenal Barongan Sodo, Kesenian Blitar yang Mulai Dikenal Sejak 2011

Barongan Sodo merupakan kesenian khas Kota Blitar yang memadukan estetika, nilai spiritual, dan filosofi hubungan manusia dengan alam. Dikenalkan secara publik sejak 2011, kesenian ini memiliki ciri khas jamang dan ornamen bermakna hingga Tari Panalingga.

Mengenal Barongan Sodo, Kesenian Blitar yang Mulai Dikenal Sejak 2011
Kesenian Barongan Sodo Blitar. (KBRB)

Poin Penting

  • Barongan Sodo adalah kesenian khas Kota Blitar yang lahir dari kreativitas seniman lokal dan merepresentasikan hubungan harmonis antara manusia dengan alam semesta.
  • Barongan Sodo mulai dikenal publik pada 2011, ketika mewakili Kota Blitar dalam Pawai Budaya Negara Kertagama di Surabaya, sebelum kemudian diluncurkan secara resmi pada Desember 2024.
  • Ciri khas Barongan Sodo terletak pada jamang, busana, dan ornamen pertunjukannya, yang mengandung makna kekuatan pelindung, tolak bala, kewibawaan, serta pesan menjaga keseimbangan ekosistem melalui Tari Panalingga.

Kabar Blitar – Kota Blitar memiliki beragam kesenian tradisional yang berkembang dari kreativitas masyarakatnya.

Salah satunya Barongan Sodo, kesenian barongan yang memiliki karakteristik visual sekaligus filosofi berbeda dari varian barongan Blitar lainnya.

Barongan Sodo merepresentasikan hubungan manusia dengan alam semesta.

Kesenian ini memadukan unsur estetika, spiritual, serta nilai-nilai yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.

Berbeda dengan sejumlah kesenian barongan klasik yang memiliki sejarah panjang, Barongan Sodo lahir dari kreativitas dan inovasi seniman di Kota Blitar.

Kehadiran Barongan Sodo mulai tercatat secara publik pada 2011.

Saat itu, kesenian tersebut pertama kali dipentaskan dalam skala besar ketika mewakili Kota Blitar dalam Pawai Budaya Negara Kertagama di Surabaya.

Pementasan tersebut berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-66 Provinsi Jawa Timur.

Sejak saat itu, Barongan Sodo terus berkembang dan menjadi salah satu bagian dari kesenian yang berkembang di Kota Blitar.

Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kemudian meluncurkan Barongan Sodo secara resmi sebagai kesenian barongan hasil ciptaan dan pengembangan masyarakat Kota Blitar.

Peluncuran tersebut dilakukan pada Desember 2024 dalam event Balelatar Fest 3rd.

Kesenian ini juga telah didaftarkan ke Data Pokok Kebudayaan (Dapobud) sebagai bagian dari upaya pencatatan dan pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Secara visual, Barongan Sodo memiliki ciri khas tersendiri.

Karakter tersebut terlihat pada bentuk hiasan kepala atau jamang, struktur ukiran hingga berbagai ornamen yang digunakan dalam pertunjukan.

Jamang Barongan Sodo dirancang untuk merefleksikan identitas lokal.

Ornamen tersebut dimaknai sebagai simbol kekuatan pelindung, tolak bala dan kewibawaan yang diharapkan mampu menjaga kemakmuran masyarakat.

Tidak hanya bagian kepala, busana dan aksesori yang digunakan penari juga memiliki makna tersendiri.

Warna kain, pola ikat dan atribut pertunjukan menjadi bagian dari unsur yang membentuk karakter Barongan Sodo.

Dalam pertunjukannya, Barongan Sodo kerap dipadukan dengan Tari Panalingga.

Tari kelompok tersebut menjadi bagian dari penyampaian nilai budaya mengenai hubungan manusia dengan lingkungan.

Gerakan dalam Tari Panalingga membawa pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan membangun kehidupan yang harmonis dengan alam.

Meski memiliki unsur tradisi dan nilai spiritual, Barongan Sodo tidak berhenti sebagai kesenian ritual.

Pertunjukan ini juga berkembang dalam berbagai agenda kebudayaan modern.

Salah satunya melalui ajang Blitar Ethnic National (BEN) Carnival, yang menjadi ruang bagi Barongan Sodo untuk tampil di hadapan masyarakat dalam kemasan pertunjukan yang lebih dinamis.

#Barongan Sodo Blitar #Kota Blitar #Wisata Blitar

Komentar 0

Baca Juga