Dukung jurnalisme lokal, bebas iklan dan bebas berkomentar. Daftar Member
Pendidikan

Minim Pendaftar, MPLS SDN 3 Sukorejo Kota Blitar Hanya Terima 5 Murid

SDN 3 Sukorejo di Kota Blitar hanya terima lima siswa baru pada MPLS 2026/2027. Dispendik catat enam SD negeri lain alami hal serupa.

Minim Pendaftar, MPLS SDN 3 Sukorejo Kota Blitar Hanya Terima 5 Murid
Pelaksanaan MPLS di Kota Blitar. (Ist)

Poin Penting

  • SDN 3 Sukorejo hanya terima 5 siswa baru pada MPLS tahun ajaran 2026/2027, sama seperti tahun sebelumnya.
  • Penyebab utama: berkurangnya lulusan TK sekitar dan banyaknya pilihan sekolah lain di kawasan tersebut.
  • Dispendik catat tujuh SD negeri di Kota Blitar terima kurang dari 10 siswa baru per 3 Juli 2026.

Kabar Blitar – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kota Blitar menjadi sorotan setelah sejumlah sekolah dasar negeri mengalami minimnya jumlah peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027.

Salah satunya SDN 3 Sukorejo yang hanya menerima lima siswa baru, sehingga fenomena penurunan jumlah murid kembali menjadi perhatian dunia pendidikan.

Kepala SDN 3 Sukorejo Agung Mukhlis mengatakan pelaksanaan MPLS tetap berlangsung lancar meski hanya diikuti lima peserta didik.

Kegiatan disusun sesuai pedoman pemerintah dengan pendekatan yang ramah anak agar siswa baru merasa nyaman mengenal lingkungan sekolah.

"Hari pertama MPLS di SD kami diikuti oleh lima siswa. Setelah upacara pembukaan, anak-anak diajak membuat kelompok untuk saling memperkenalkan diri," ujar Agung.

Agung menjelaskan, materi MPLS tahun ini mengusung konsep transisi yang menyenangkan melalui penerapan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pembiasaan hidup rukun bersama teman, hingga edukasi mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi sejak dini.

Menurutnya, rendahnya jumlah siswa baru bukan kali pertama terjadi.

Tahun sebelumnya, SDN 3 Sukorejo juga hanya menerima lima murid baru, sehingga kondisi tersebut menunjukkan tren yang belum berubah.

Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya jumlah lulusan taman kanak-kanak di sekitar sekolah yang menjadi sumber utama peserta didik baru.

"Kebetulan di sekolah kami, TK terdekat seperti TK PKK 1 dan TK PKK 2, jumlah siswa yang lulus juga sedikit. Dampaknya tentu ke sekolah kami," jelasnya.

Selain faktor jumlah lulusan TK, lokasi sekolah yang berada di kawasan dengan banyak lembaga pendidikan turut memengaruhi persaingan dalam penerimaan murid baru.

Di sekitar SDN 3 Sukorejo terdapat sejumlah sekolah lain seperti SDI Sukorejo, SDN 1 Sukorejo, SDN 2 Sukorejo, hingga SDN Kauman 1, sehingga calon siswa memiliki banyak pilihan.

Saat ini jumlah keseluruhan peserta didik di SDN 3 Sukorejo dari kelas satu hingga kelas enam sekitar 60 siswa.

Untuk meningkatkan minat masyarakat, sekolah telah menyiapkan berbagai strategi promosi dan pengenalan lingkungan sekolah kepada anak-anak usia dini.

"Setiap akhir Desember kami rutin sosialisasi dengan mengundang anak-anak TK ke sekolah, misalnya lewat lomba melukis agar mereka kenal dengan lingkungan kami. Target ke depan, kami juga berencana mengadakan program pembinaan calistung (baca, tulis, hitung)," tambah Agung.

Fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid juga mendapat perhatian Dinas Pendidikan Kota Blitar.

Kepala Dispendik Kota Blitar, Dindin Alinurdin membenarkan terdapat beberapa SD negeri yang jumlah peserta didik barunya kurang dari 10 orang, terutama di wilayah Kecamatan Sukorejo.

"Untuk sekolah yang wilayah sekitarnya memang kekurangan anak usia sekolah, tentu tidak bisa kami intervensi (secara instan). Namun, yang paling penting kami mendorong sekolah-sekolah di Kota Blitar untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikannya," kata Dindin.

Ia menegaskan peningkatan mutu pendidikan harus menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah, pemerintah, lingkungan, dan orang tua agar masyarakat semakin percaya menyekolahkan anak di sekolah terdekat.

Meski proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) telah selesai, Dispendik Kota Blitar masih melakukan penjaringan terhadap Anak Tidak Sekolah (ATS) agar mereka kembali memperoleh akses pendidikan.

"Kami saat ini berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan untuk menjaring anak-anak ATS agar bisa kembali mengenyam bangku pendidikan," tegas Dindin.

Berdasarkan data Dispendik Kota Blitar per 3 Juli 2026, selain SDN 3 Sukorejo terdapat enam SD negeri lain yang menerima kurang dari 10 siswa baru, yakni SDN 1 Sukorejo, SDN 2 Sukorejo, SDN 1 Rembang, SDN 2 Kauman, SDN 3 Karangtengah, dan SDN 3 Kepanjenlor.

Fenomena ini menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan di Kota Blitar untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus menarik minat masyarakat menyekolahkan anak di sekolah negeri terdekat.

#Dispendik Kota Blitar #MPLS Blitar

Komentar 0

Baca Juga