Pemkot Blitar Buka Kunjungan ke Sekolah Rakyat, Orang Tua Ingin Lihat Langsung Kondisi Asrama
Sekitar 200 keluarga prioritas kunjungi asrama dan fasilitas Sekolah Rakyat Kota Blitar jelang tahun ajaran 2026/2027, Sabtu (11/7/2026).
Poin Penting
- Sekitar 200 keluarga prioritas kunjungi kompleks Sekolah Rakyat di Kelurahan Kauman pada hari kedua, Sabtu (11/7/2026).
- Sekolah Rakyat prioritaskan anak dari keluarga miskin ekstrem, putus sekolah, yatim piatu, dan anak terlantar; kuota tahun ajaran perdana 270 siswa.
- MPLS ditargetkan mulai 31 Juli 2026 setelah penyelesaian sarana dan prasarana rampung.
Memasuki hari kedua pelaksanaan, Sabtu (11/7/2026), sekitar 200 keluarga prioritas diajak mengunjungi kompleks Sekolah Rakyat di Jalan Kali Kuning, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari sosialisasi menjelang dimulainya tahun ajaran 2026/2027.
Para orang tua diajak melihat ruang kelas, asrama, tempat ibadah, sarana olahraga, hingga berbagai fasilitas penunjang yang akan digunakan siswa selama mengikuti pendidikan berasrama.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin mengatakan banyak orang tua masih ingin memastikan secara langsung kondisi sekolah sebelum memutuskan mendaftarkan anaknya.
"Karena itu kami ajak mereka datang langsung ke sini. Biar melihat sendiri fasilitasnya, prosesnya seperti apa. Setelah melihat langsung, saya yakin orang tua tidak akan khawatir lagi," ujar wali kota yang akrab disapa Mas Ibin.
Menurutnya, Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, anak putus sekolah, yatim piatu, anak terlantar, maupun mereka yang berasal dari keluarga dengan berbagai persoalan sosial.
Sebelumnya, pemerintah telah melakukan pendataan terhadap sekitar 1.400 keluarga sebagai calon penerima manfaat.
Mas Ibin menambahkan, antusiasme masyarakat cukup tinggi.
Setelah kunjungan hari pertama diikuti sekitar 200 keluarga, jumlah peserta pada hari kedua juga mencapai angka yang sama.
Namun, kuota penerimaan tahun ajaran perdana masih terbatas sebanyak 270 siswa yang terdiri atas jenjang SD, SMP, dan SMA.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Blitar Eka Atikah mengatakan kekhawatiran terbesar orang tua umumnya berkaitan dengan sistem asrama, terutama bagi anak usia sekolah dasar yang belum pernah tinggal jauh dari keluarga.
"Memang sebagian besar orang tua masih khawatir anaknya belum terbiasa tinggal di asrama. Setelah melihat langsung fasilitasnya, kami berharap kekhawatiran itu berkurang," katanya.
Menurut Eka, setiap wali asuh nantinya hanya mendampingi sekitar 10 siswa sehingga proses pengawasan dan pendampingan dapat dilakukan lebih intensif.
Selain pendidikan formal, siswa juga akan mendapatkan pembinaan karakter, pemetaan bakat, serta pelatihan keterampilan sesuai potensi masing-masing.
Pemkot Blitar menargetkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai pada 31 Juli 2026 setelah seluruh proses penyelesaian sarana dan prasarana rampung.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.