Permintaan Konsumen Naik, Operasi Pasar Blitar Jual Sembako Harga Miring
Disperindag Kabupaten Blitar menggelar Operasi Pasar Murah di Wlingi pada 2–3 September 2026. Beras SPHP, Minyakita, dan gula dijual dengan harga terjangkau untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi.
Poin Penting
Operasi Pasar Murah digelar di Kecamatan Wlingi pada 2–3 September 2026, setelah sebelumnya dilaksanakan di Kecamatan Srengat.
Harga kebutuhan pokok dijual lebih murah dari pasaran, dengan beras SPHP 5 kg Rp58 ribu, Minyakita Rp15.700 per liter, dan gula pasir Rp16 ribu per kilogram.
Warga dibatasi dengan pembelian maksimal 10 kg beras SPHP dan dua liter Minyakita per warga untuk menjaga pemerataan.
Kabar Blitar – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar menggelar Operasi Pasar Murah di Kecamatan Wlingi, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan harga kebutuhan pokok di tengah adanya kenaikan sejumlah komoditas pada awal September.
Operasi pasar digelar secara bergilir setelah sebelumnya berlangsung di Kecamatan Srengat.
Dalam pelaksanaannya, Disperindag Kabupaten Blitar menggandeng Perum Bulog dan pelaku UMKM lokal untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Kepala Disperindag Kabupaten Blitar, Darmadi, mengatakan seluruh masyarakat dapat memanfaatkan operasi pasar tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu langkah pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Operasi pasar murah ini merupakan langkah Pemkab Blitar dalam rangka pengendalian inflasi serta stabilisasi harga sembako. Hari ini kami adakan bergilir di Kecamatan Wlingi setelah sebelumnya di Srengat. Seluruh warga masyarakat bebas memanfaatkan program ini,” ujar Darmadi.
Dalam operasi pasar tersebut, Disperindag menyiapkan 2 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), 20 karton Minyakita, gula pasir, serta sejumlah produk olahan UMKM lokal Wlingi.
Beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp58 ribu, Minyakita Rp15.700 per liter, sedangkan gula pasir Rp16 ribu per kilogram.
Harga beras SPHP tersebut lebih rendah dibandingkan harga beras kemasan 5 kilogram di pasaran yang masih berada di atas Rp70 ribu.
Perbedaan harga tersebut membuat beras menjadi salah satu komoditas yang paling banyak diburu warga dalam operasi pasar.
Untuk mencegah pembelian berlebihan sekaligus memastikan komoditas dapat dinikmati lebih banyak masyarakat, pembelian dibatasi.
Setiap warga maksimal membeli dua kemasan beras SPHP atau 10 kilogram serta dua liter Minyakita.
Darmadi mengatakan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok mulai terlihat memasuki September.
Kondisi tersebut dipengaruhi berkurangnya pasokan dari sejumlah daerah penghasil, sementara permintaan masyarakat masih relatif tinggi.
Meski demikian, Disperindag Kabupaten Blitar menilai kondisi harga kebutuhan pokok secara umum masih terkendali.Pemerintah daerah terus memantau ketersediaan komoditas dan kelancaran distribusi untuk mencegah terjadinya kekurangan pasokan di pasar.
“Kami memastikan semua komoditas sembako tersedia di pasar, termasuk distribusinya lancar,” imbuh Darmadi.
Operasi pasar murah di Kecamatan Wlingi berlangsung selama dua hari, yakni 2–3 September 2026.
Kegiatan serupa akan dilakukan secara bergilir di wilayah Kabupaten Blitar sebagai bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Komentar 0
Masuk untuk ikut berkomentar.